LPM Manunggal Rilis Produk Tabloid

Undip (2/12) – Bertempat di Pelataran Student Center (SC), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal melakukan Bedah Tabloid yang mengangkat tema “Implementasi Peran Mahasiswa Terhadap Masyarakat”. Dikemas dalam bentuk diskusi umum, acara bedah tabloid ini menghadirkan Fajrul Falah selaku Akademisi FIB Undip dan Hendra Wiguna yang merupakan Ketua Komunitas Asa Edu sebagai pembicara, serta Fajrin Ardhi, Redaktur Pelaksana Tabloid LPM Manunggal, yang bertindak selaku moderator dalam jalannya diskusi tersebut.

Pengangkatan tema tabloid “Implementasi Peran Mahasiswa Terhadap Masyarakat” didasarkan pada penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Undip yang dirasa kurang optimal pada bidang pengabdian. Menurut Fajrin, dalam bidang pendidikan dan penelitian, Undip dirasa sudah sangat cukup baik. Dilihat dari naiknya nilai akreditasi dosen, fakultas, serta prestasi-prestasi yang ditorehkan Undip dalam dua bidang tersebut. Sedangkan, untuk bidang pengabdian masih hanya sebatas Kuliah Kerja Nyata (KKN). Fajrin juga menjelaskan bahwa dari beberapa mahasiswa yang ditanyai, merasa belum terajak untuk mengikuti kegiatan seperti itu. Oleh karena itu, tema ini diangkat agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai pengabdian itu sendiri. “Maka dari itu kita cari tau idealnya pengabdian masyarakat kayak gimana, agar kita bisa ngasih gambaran ke mahasiswa,” pungkas Fajrin.

Terkait dengan proses pengerjaannya sendiri, Tabloid Mangunggal tidak terlepas dari beberapa kendala dalam proses pengerjaannya. Proses pengerjaan yang terlambat dan susahnya mencari narasumber untuk mengisi rubric opini dosen, menjadi masalah utama dalam pengerjaan tabloid ini. “Kalau narasumber, untuk satu rubrik itu ada yang butuh narasumber karena rubriknya opini dosen kita harus nyari dosen yang kira-kira mau nulis kan, jelas Fajrin. Ia mengungkapkan bahwa ada tujuh orang dosen yang sudah berusaha dihubungi, namun tidak kunjung menemui kepastian tentang kesediaan mereka untuk menulis. Hingga pada akhirnya penentuan narasumber untuk rubrik tersebut menemui titik terang, yaitu rubrik tersebut akhirnya diisi oleh Kholidin, Dosen D-III Manajemen Perusahaan, yang menulis “Mahasiswa dalam Bingkai Permasalahan Sosial”.

Bedah tabloid ini merupakan acara bedah produk yang pertama dilakukan oleh LPM Manunggal. Fajrin mengaku alasan utama LPM Manunggal pada akhirnya memutuskan melakukan bedah produk adalah terinspirasi dari LPM yang ada di fakultas-fakultas. Menurutnya, LPM Manunggal yang merupakan garda terdepan dalam media kampus harus melakukan inovasi, salah satunya adalah dengan mengadakan bedah produk.

Terlihat sekilas mirip dengan majalah, tabloid LPM Manunggal memiliki beberapa perbedaan dengan produk majalahnya. Fajrin menjelaskan bahwa tabloid memiliki unsur gabungan antara majalah dan buletin. Jika majalah, kontennya lebih berisi mengenai lifestyle atau sesuatu yang pop, maka tabloid memadukan masyarakat dan kampus sehingga lebih ditujukan untuk memberikan impact yang masih ada di lingkup kampus. Tabloid Manunggal secara konten lebih kompleks jika dibandingkan dengan majalah.

Dengan diterbitkannya tabloid ini, Fajrin berharap dapat mengajak mahasiswa untuk ke depannya dapat membangun karakter yang lebih mandiri, lebih inovatif, dan berkontrubusi di masyarakat. Fajrin juga berharap setidaknya mahasiswa tidak hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang,-red) tetapi memiliki kontribusi di bidangnya masing-masing. Selain itu Fajrin berharap produk LPM Manunggal lebih on-time dalam pengerjaannya. “Kalau produk semoga nggak ada kesalahan lagi, lebih on-time dan bisa memaksimalkan konten berita untuk temen-temen di kampus dan bisa meng-cover isu-isu kampus,” tutupnya. (fn)

Reporter: Julian Karinena Berlianti, Dirga Ardian Nugroho

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *