Mahasiswa Dibacok Kawanan Curanmor di Widya Puraya

Korban Pembacokan

Undip (4/4) – Aksi perampokan disertai pembacokan terjadi di bundaran Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro pada Rabu (2/4) malam. Korban diketahui bernama Alvatara Parogi, mahasiswa jurusan Teknik Geodesi Undip angkatan 2013. Peristiwa terjadi pada pukul 22.00, saat korban bersama kekasihnya duduk di sekitar bundaran Widya Puraya. Namun tak kurang dari sepuluh menit mereka berada di tempat itu, dua orang perambok berperawakan anak usia SMA mendatangi mereka. Kedua perampok yang disinyalir merupakan anggota geng motor tersebut menggunakan hoody jacket berwarna merah dan abu-abu.

Menurut penuturan korban saat ditemui di Rumah Sakit Banyumanik, mulanya pelaku hanya meminta telepon seluler dan dompet, karena mencari aman, korban pun menyerahkannya. Nahas, pelaku malah meminta korban untuk menyerahkan kunci motornya. Merasa terganggu, Alvatara pun melakukan perlawanan. Ia menyuruh kekasihnya lari dan langsung menerjang dua perampok tersebut. Pacar korban yang melarikan diri, sempat dikejar oleh salah seorang pelaku, namun akhirnya pelaku kembali ke arah Alvatara dengan membawa sebilah kayu balok. Sementara membiarkan pacarnya lari, korban kemudian berkelahi dengan pelaku yang membawa celurit. Tak lama berselang korban dipukul oleh pelaku dengan menggunakan balok kayu, lalu dibacok dengancelurit di bagian dada dan perut. Kemudian korban lari dan menerjang para pelaku, sebelum akhirnya dipukul dengan balok kayu di bagian kepala. Perkelahian itu terus berlangsung, hingga akhirnya dua orang lainnya datang dan mengajak pelaku melarikan diri. Sementara itu korban mencari pertolongan ke arah FISIP dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Banyumanik.

Usai melaporkan peristiwa ini ke kepolisian setempat, korban berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai dengan jalur hukum. “Undip itu kan harusnya buat mahasiswa saja, nggak ada orang-orang lain disitu, masa kampus Undip ntar yang masuk malah anak-anak ababil geng motor, perampok-perampok kan bisa lari kemana aja lewat pintu belakang, kan pintunya banyak”, keluh korban.

Alvatara berharap Undip segera memperketat keamanannya dengan membuat jalur keluar masuk melalui satu pintu utama, serta menutup pintu masuk lainnya agar pihak keamanan dapat mengontrol orang-orang yang keluar-masuk kampus Undip.  Karena menurut korban, saat kejadian itu tidak ada satu satpam pun yang menjaga daerah di sekitar Widya Puraya.

Abdullah, Pembantu Dekan III Fakultas Teknik juga telah datang menjenguk korban dan mengatakan akan membicarakan saran Alvatara terkait penutup semua jalur belakang Undip agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. (nq)

Reporter: Dara, Wahid, Ari

Facebook Comments

2 thoughts on “Mahasiswa Dibacok Kawanan Curanmor di Widya Puraya

  • April 9, 2014 at 4:18 pm
    Permalink

    ini ngapain coba, mahasiswa jam 22.00 malem pacaran di bundaran widya puraya…
    Seharusnya yang diperketat bukan penjagaan sama orang luar kampus. Tapi jam malam di lingkungan kampus yang jadi perhatian…

    sekian dan terimakasih,

    Reply
    • July 28, 2014 at 5:56 pm
      Permalink

      Tidak usah suudzon kepada mereka. tetapi ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu masih adanya preman-preman yang berkeliaran di sekitar kampus, dan itu tidak hanya mengancam mahasiswa yang hanya sekedar duduk-duduk di sekitar WP saja, tetapi mahasiswa2 yang sedang mengerjakan tugas akhir yang biasanya nginep di lab atau studio. Menurut saya itu sangat mengancam jiwa kami sebagai mahasiswa.

      Mengenai jam malam, saya kira sudah cukup ketat kok, karena setelah diatas jam 9 an malam, biasanya yang mau masuk kawasan kampus akan ditanyai oleh keamanan di pintu depan kampus. hanya saja, itu hanya di pintu depan saja, di pintu belakangnya (yang pintu dekat FPIK) saya perhatikan tidak pernah ditutup, dan lagi tidak ada personil keamanan yang berjaga disitu.

      Saran saya sama seperti yang ada diberita tersebut, sebaiknya untuk jam malam, pintu yang dibuka hanya pintu depan kampus saja, sehingga bisa lebih aman, dan setiap interval berapa jam, saya sarankan untuk pihak keamanan agar berpatroli di sekeliling kampus.

      Regards,
      Sahid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *