Mahasiswa FEB Undip Raih Gelar Putra Batik Jawa Tengah 2016

1459509728622[1]
(doc. pribadi)

FEB Undip (2/4) – Satu lagi kabar membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip. Frans Elkana, mahasiswa Manajemen 2012 terpilih menjadi Putra Batik Jawa Tengah 2016. Putra Batik adalah ajang pemilihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Teddy Modeling untuk mencari anak-anak muda yang berpotensi menjadi duta batik Jawa Tengah. Pemilihan Putra Batik Jawa Tengah diselenggarakan di Patrajasa Convention Hall pada 28 Februari lalu, dan menghasilkan nama Frans Elkana sebagai juara pertama. “Puji Tuhan kemarin saya mendapatkan juara 1 kategori dewasa,” ujar Frans.

Frans mengatakan bahwa motivasi utamanya untuk mengikuti pemilihan Putra Batik Jawa Tengah adalah untuk menjadi contoh bagi masyarakat luas khususnya remaja. Ia ingin menunjukkan bahwa memakai batik adalah sesuatu yang tidak kuno. Frans juga ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki kerajinan kain yang luar biasa bagus.

Ketika mengikuti pemilihan Putra Batik Jawa Tengah, Frans mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Persiapan yang ia lakukan hanyalah mempelajari batik lebih mendalam serta persiapan mental. Proses seleksi yang berbarengan dengan pengerjaan skripsi menjadi salah satu kendala. Namun, menurutnya hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti.

Prestasi Frans tentu tidak luput dari dukungan keluarga dan orang terdekat. “Dukungan dari orang tua yang pasti sangat besar ya. Dari mulai doa, materi, dukungan, semangat, dan lain-lain,” terangnya. Walaupun orangtuanya berhalangan hadir saat malam final, namun ia yakin keberhasilan yang dicapainya adalah berkat doa dan dukungan kedua orangtuanya. Selain dari keluarga, dukungan juga datang dari teman-teman terdekat Frans. “Untuk teman-teman juga ada yang datang menyaksikan dan mereka juga mendukung penuh,” tuturnya.

Tentunya tugas sebagai seorang Putra Batik sudah menanti untuk diembannya. Bukan hanya sekadar untuk mempromosikan batik, tetapi lebih kepada menumbuhkan kecintaan dan melestarikan batik. “Dengan memakai batik mungkin kita sudah secara tidak langsung mempromosikan batik. Tetapi bagaimana kita men-encourage (menganjurkan –red) dan membuat orang lain mencintai dan memakai batik. Itu adalah tugas yang lumayan saya cukup berat,” tutur Pria kelahiran Munte, 29 April 1993 ini.

Terakhir, pria yang sekarang sedang menjabat sebagai Duta Wisata Kabupaten Semarang ini berharap semakin banyak orang yang mencintai, memakai, dan mempromosikan batik. “Sehingga nggak perlu ribut-ribut lagi ketika Negara lain mengakui budaya kita. Karena dari kita sendiri juga sudah sadar bahwa batik punya kita dan kita wajib menjaganya,” tutup Frans. (nw)

Reporter : Akhmad Sadewa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *