Mahasiswa Undip Ciptakan Teknologi Pengolahan Ikan Asin Berdaya Saing International

Universitas Diponegoro – Indonesia merupakan Negara maritim di mana hasil laut yang ada sangat melimpah. Namun, kekayaan laut yang demikian telah banyak tercemar oleh limbah industri berupa logam berat yang berakibat dengan adanya kandungan seperti Timbal (Pb), Merkuri (Hg), dan Kadmium (Cd) pada ikan-ikan di Indonesia. Senyawa tersebut tidak mampu direduksi oleh penerapan metode pengolahan ikan dengan cara penggaraman kering dan basah yang sekarang ini berkembang di Indonesia. Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi mahasiswa Undip, Yoyon Wahyono (S1 Fisika) sebagai ketua tim, Alfin Darari (S1 Fisika), Eko Siswoyo (S1 Kimia), dan Yanuar Aji Saputro (S1 Fisika) untuk menawarkan solusi berupa “Teknologi Pengolahan Ikan Asin Berdaya Saing International Berbasis Fotokatalis dan Lampu Pijar”. Alat ini sangat berguna bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pengolah ikan asing di kawasan pesisir.

Tim pencipta teknologi “Pengolahan Ikan Asin Berdaya Saing International Berbasis Fotokatalis dan Lampu Pijar”

Teknologi pengolahan ikan ini terbuat dari bahan utama kaca dan stainless yang terdiri dari tiga bagian yaitu bagian atas, tengah, dan bawah. Bagian atas adalah tempat untuk meletakkan lampu dan lapisan tipis fotokatalis, bagian tengah adalah tempat untuk meletakkan ikan asin yang akan dikeringkan, dan bagian bawah adalah tempat lampu pijar, penggaraman basah dan penyimpanan ikan asin yang telah jadi. Dibagian tengah juga terdapat tempat sirkulasi udara dan kipas kecil yang berfungsi untuk mempercepat aliran udara sehingga proses pengeringan akan menjadi lebih efektif.

Basis fotokatalis dalam teknologi ini berarti bahwa proses pengeringan ikan yang dibantu oleh adanya cahaya dan material katalis. Reaksi fotokatalis tersebut membentuk senyawa superoksida yang melepaskan O2 dan OH radikal yang dapat mengoksidasi berbagai logam berat dan bakteri dengan efektifitas mencapai 97,19 persen sehingga mampu mengeringkan ikan asin dengan cara membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab kebusukan. Juga yang paling penting mampu mereduksi logam berat yang terkontaminasi pada ikan sehingga produk ikan asin memiliki tekstur yang lebih bagus, tentunya terbebas dari bahaya kandungan logam berat.

Yoyon Wahyono meyebutkan bahwa inovasi Teknologi Pengolahan Ikan Asin Berdaya Saing International Berbasis Fotokatalis dan Lampu Pijar ini berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa DIKTI tahun anggaran 2015 Bidang PKM-KC. Juga berhasil di publikasikan pada 12th Hokkaido Indonesian Student Ascociation Scienctific Meeting (HISAS 12)-Hokkaido University, Sapporo-Japan pada bulan Maret lalu. Hasilnya adalah Jurnal Penelitian dari teknologi ini masuk dalam Proceeding of Hokkaido Indonesian Student Ascociation Scienctific Meeting (HISAS), Vol. XII, 21 Maret 2015, ISSN: 2355-4398.

Berbekal motto “Belajar dari orang yang menginspirasi agar bisa mengispirasi orang lain, keyakinan adalah kunci awal dari sebuah kesuksesan, jadi tetaplah menjadi Padi (semakin berisi semakin merunduk)”, mereka berhasil membawa nama baik Universitas Diponegoro ke ranah Asia.

Reporter : Dara Ayu Ning Cahya Islami

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *