Mahasiswi FEB Sabet Gelar Best Position Paper pada IORA Council IRDU MUN 2016

levana
Doc. Pribadi

Undip – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro. Levana Tiopei, mahasiswi S-1 Akuntansi ini meraih Best Position Paper pada International Relations of Diponegoro University Model United Nations 2016 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI) Undip pada tanggal 21-23 Oktober 2016 silam. Ajang berskala nasional ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh Indonesia, seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Universitas Diponegoro sendiri.

Ajang ini membahas mengenai simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Para peserta berlomba merepresentasikan suatu negara dan bertindak sebagai wakil negara tersebut untuk memecahkan suatu masalah secara diplomasi.

Levana mengatakan, awalnya ia mengetahui lomba tersebut dari teman-temannya dari jurusan hubungan internasional. Dirinya tertarik mengikuti lomba ini karena dirinya menyukai pidato dan debat. Terlebih lagi, debat kali ini lebih bersifat formal dan terstruktur.  Berkaitan dengan persiapan lomba, Levana mengakui dirinya memiliki banyak persiapan. “Kebetulan pada lomba tersebut saya mewakili Malaysia, seminggu sebelum lomba saya melakukan research , jadi research mengenai apa saja yang Malaysia lakukan, lalu regulasi-regulasi serta kerjasama apa saja yang dilakukan negara tersebut,” ” ungkap Levana. Levana juga mempelajari negara negara mana yang bisa menjadi sekutu, negara mana yang bisa jadi musuh, dan cara untuk merangkul mereka.

Levana mengungkapkan ada beberapa hambatan saat dirinya mengikuti lomba tersebut. Ia harus mempersiapkan jurnal-jurnal mengenai hubungan internasional, dan mempelajari dasar dari hubungan internasional itu sendiri dalam waktu seminggu. Terlebih ia harus mempersiapkan esai mengenai kondisi suatu negara yang akan ia wakilkan.

Terakhir, Levana berpesan kepada mahasiswa lainnya untuk tidak takut mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman serta lebih banyak mengikuti banyak kompetisi. “Kalau kita enggak keluar dari comfort zone, kita enggak tahu bagaimana kemampuan kita. Selain itu banyak ikuti kompetisi, karena kompetisi itu bisa mengevaluasi diri kita sendiri, kalau kita mampu, maka hal tersebut akan memberikan kita motivasi,” tutupnya.

Reporter:  Rakintan Wahyurini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *