Maryono: Mahasiswa Undip Harus Percaya Diri

“Semoga lulusan Undip dapat menduduki jabatan strategis di dunia kerja,” – Maryono (Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.).

FEB Undip (15/03) – Salah satu rangkaian acara dies natalis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) ke-53 adalah seminar nasional. Acara dimulai pukul 09:00 wib dan dibuka secara simbolis oleh Sudharto P. Hadi, Rektor Undip. Dalam sambutannya, Sudharto berharap, “akan lahir Maryono-Maryono yang baru, mari berkarya dengan cinta,” tukasnya. Seminar tersebut bertempat di hall gedung C FEB Undip. Dalam seminar tersebut hadir Maryono, direktur utama Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai pembicara. Hadir pula jajaran sivitas akademika Undip, antara lain: M. Chabachib (Pembantu Rektor II), Muhammad Nur (Dekan Fakultas Sains dan Matematika), dekan dan para pembantu dekan FEB Undip, beberapa dosen serta mahasiswa FEB Undip.

(kiri-kanan) Maryono dan Suharnomo
– dok. Edents

Seminar yang bertema “Smart Attitude and Enterprise Risk Management” dimoderatori oleh Suharnomo (Ketua Jurusan Manajemen). Menurut Maryono, untuk mencapai kesuksesan seseorang harus memiliki smart attitude di lingkungan dimana mereka berada. Ia menganalogikan attitudedalam suatu organisasi dengan istilah culture, sedangkan dalam perusahaan dikenal dengan corporate culture. Ada tiga prinsip penting dalam kesuksesan yang dikenal denagn istilah 3K, yaitu  kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Menurutnya, semua orang memiliki hak untuk menjadi sukses, asalkan menguasai attitudedengan baik. Apabila dalam diri seseorang telah memiliki smart attitude, maka orang tersebut dapat menjadikan orang lain sukses. Seperti yang dilansir oleh Stanford Research Institute, sukses ditentukan oleh 12,5% pengetahuan tentang produk dan 87,5% pengetahuan tentang orang lain. Selain memaparkan mengenai smart attitude, Maryono juga menyampaikan seminar mengenai risk management.


Sebelum menjabat sebagai direktur utama BTN, Maryono pernah menyelamatkan Bank Century yang sekarang menjadi Bank Mutiara, bank yang kembali normal dari krisis. Kedudukannya sebagai direktur utama, tidaklah lepas dari berbagai tuntutan dan godaan. “Dalam istilah jawa, kita harus meng-uwong-kan orang lain,” itulah yang ia terapkan sebagai pimpinan.

Dalam kesempatan bernostalgia dengan almamater Undip, Maryono berharap mahasiswa Undip lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja. “Bedanya mahasiswa Undip dengan mahasiswa ITB, UI, UGM, pada zaman dulu adalah mahasiswa universitas tersebut lebih percaya diri dalam dunia kerja, kalau sekarang mahasiswa Undip sudah mulai kelihatan dalam jabatan penting dunia kerja,” sanjung Maryono. Seminar tersebut ditutup dengan tukar menukar cindera mata antara BTN dan FEB Undip serta pemberian doorprize secara simbolis kepada tiga penanya pertama oleh Maryono. (hya)
Reporter: Ina Irawanti
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *