Masjid Kampus Undip Gelar Salat Gerhana Matahari

PicsArt_03-09-11.06.51

Undp (9/3) – Hari ini, sebagian wilayah Indonesia mengalami fenomena langka, yakni gerhana matahari total (GMT). Momen ini dimanfaatkan umat Muslim untuk melaksanakan Salat Sunnah Gerhana Matahari. Tak terkecuali mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip). Salat Gerhana Matahari di Undip dipusatkan di Masjid Kampus (Maskam) Undip, Tembalang.

Mahasiswa Undip tampak antusias mengikuti salat sunnah dua rakaat ini. Hal itu terbukti dengan membludaknya area parkir Maskam dengan kendaraan roda dua milik mahasiswa. Bahkan, parkir kendaraan menjalar hingga ke luar area Maskam. Selain mahasiswa, salat gerhana ini juga diikuti oleh warga sekitar masjid.

Adapun yang bertindak sebagai khatib dalam salat gerhana kali ini adalah Muhammad Nur, seorang dosen Fakultas Sains dan Matematika Undip.  Muhammad Nur yang menyampaikan khotbah di hadapan ratusan jamaah mengungkapkan, Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan fenomena alam yang membuktikan kekuasaan Allah.

Selain itu, Muhammad Nur menekankan bahwa waktu shalat memiliki tiga periode dengan lima kali salat dalam periode tersebut. “Waktu salat memiliki 3 periode. Pertama, saat tergelincirnya matahari menunjukan waktu shalat dzuhur. Yang kedua, ketika panjang bayangan kita melebihi tinggi badan kita yang menunjukan waktu shalat asar. Dan ketiga, ketika malam hari yaitu salat maghrib, isya, dan subuh,” ujarnya ketika mengisi khotbah di hadapan ratusan jamaah.

Muhammad Nur berharap dengan adanya fenomena gerhana matahari ini menjadikan umat muslim agar selalu menjadi umat yang senantiasa bertawakal atas segala kebesaran-Nya. “Gerhana matahari  ini adalah suatu tanda dari banyak tanda kebesaran-Nya dan betapa manusia sangat kecil dan lemah di hadapan-Nya,” ujarnya. (nw)

Reporter : Tio Kurniawan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *