Melalui Produk Olahan Jahe, Tim KKN Tematik Undip Berusaha Optimalkan Potensi Desa Tlogowungu

Temanggung – Bagi kebanyakan mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan satu dari banyak cerita di masa kuliah yang penuh kenangan dan tak terlupakan. Hal tersebut juga yang dialami oleh KKN Tim 2 PPM Tematik Undip di Desa Tlogowungu, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Tim tersebut telah diberangkatkan pada tanggal 5 Juli 2018. Mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut berasal dari beberapa fakultas yang ada di Undip, di antaranya Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Diversifikasi produk menjadi program unggulan dari tim tersebut. Adapun tujuan dari program ini adalah untuk mengoptimalkan salah satu potensi yang dimiliki Desa Tlogowungu, yaitu jahe. Jahe diolah menjadi berbagai macam produk seperti Bandrek Jahe Instan, Jahe Instan, Permen Jahe, Enting Jahe, Pestisida Nabati, Sabun Jahe, Es Krim Jahe, Tepung Jahe dan Balsem Jahe.

Dalam proses produksinya, mereka bersama dengan beberapa masyarakat sekitar Desa Tlogowungu, serta pendampingan dari Bu Sukesi selaku pemilik rumah produksi jahe, berusaha mengolah jahe menjadi berbagai macam produk menggunakan bahan-bahan alami dan tanpa pengawet. Agnes selaku Koordinator Produksi Bandrek Jahe Instan mengatakan bahwa dengan menggunakan bahan yang ramah bagi tubuh, dapat memaksimalkan khasiat jahe itu sendiri. Produk-produk tersebut dipatok dengan harga Rp5.000,00 – Rp15.000,00.

Tidak hanya melakukan proses produksi, tim tersebut juga melakukan kegiatan pemasaran produk. Berlokasi di alun-alun dan sepanjang Jalan Jendral Sudirman (Lingkungan Taman Kartini), Kabupaten Temanggung, tim tersebut mempromosikan hasil produksi mereka kepada orang-orang sekitar. Kurangnya keinginan warga untuk mencoba hasil produksi merupakan hambatan yang ditemui saat melakukan pemasaran. “Ga gampang mempromosikan atau menawarkan bahkan menjual produk-produk ini kepada warga. Intinya jangan mudah menyerah aja,” ujar Desky selaku Koordinator Pemasaran tim tersebut pada saat itu.

Dengan kegigihan, mereka berhasil mempromosikan produk secara meluas, dan menjual habis seluruh produk yang dibawa pada saat itu. Kegigihan juga berhasil membuat seorang ibu mencari mereka di tengah-tengah keramaian jalan sehat untuk membeli produk Bandrek Jahe Instan.

Selain melakukan pemasaran secara offline seperti memanfaatkan momen jalan sehat, tim tersebut juga menggunakan media sosial Instagram dan jaringan toko daring dalam melakukan pemasaran secara online. Menurut mereka, memanfaatkan momen-momen tertentu seperti jalan sehat itu penting tetapi masih kurang memasarkan produk. “Semua orang bisa loh beli hasil produk kita. Cara pemesanannya boleh melalui direct message Instagram di @supertlogowungu atau ga beli di toko online BukaLapak dengan mencari pelapak Super Tlogowungu. Kalau kalian beli, itu artinya membantu perekonomian Desa Tlogowungu,” tutup Desky.

*Pengirim KKN Tim 2 PPM Tematik Desa Tlogowungu, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *