Melipatgandakan Kemakmuran di Indonesia Lewat Integrasi Lokal dan Global

FEB Undip (27/5) – Buku berjudul The Sum is Greater Than The Parts, Melipatgandakan Kemakmuran di Indonesia Melalui Integrasi Lokal dan Global sukses dibedah di Hall Gedung C FEB Undip pada Rabu (27/5) kemarin. Buku yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris ini dibedah oleh Anwar Nasution, FX Sugiyanto, dan dimoderatori oleh Nugroho SBM.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FEB Undip, Suharnomo yang mengatakan permasalahan Indonesia saat ini adalah tingginya kesenjangan sosial walaupun disisi lain Indonesia digadang-gadang sebagai macan baru Asia. Dia berharap agar mahasiswa dan dosen menyerap ilmu dari acara ini. Setelah sambutan, Suharnomo dengan resmi membuka acara.

Memasuki acara inti, pemaparan isi buku oleh Anwar Nasution dibuka dengan membandingkan kondisi manusia sekarang dengan Nabi Muhammad SAW. “Nabi Muhammad SAW mendapatkan gelar Al Amin atau terpercaya. Beliau sering tersenyum dan ketika berdagang akan laku karena beliau professional,” Ujar Anwar. Anwar kemudian membandingkan hal tersebut dengan kondisi saat ini, “Ketika kau beli batik di Solo, penjualnya memang haji tapi ketika kau mau kembalikan batik itu karena jahitannya rusak maka urusannya akan panjang,” tambahnya.

Anwar menjelaskan bahwa ekspor Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor dari Sumber Daya Alam, contohnya batubara. Ia mengibaratkan ekspor batubara seperti halnya mengeruk pasir di sungai. “Ekspor batubara itu seperti mengeruk pasir di kali, nggak perlu pakai otak. Nggak perlu lulus dari Undip dulu buat ngeruk batubara,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa pasar di Indonesia masih terfragmentasi dan terkotak-kotak karena faktor geografis dan kebijakan pemerintah yang bersifat distortif. Anwar mengharapkan terciptanya pasar yang terintegrasi secara global di Indonesia. “Dengan pasar yang besar kau bisa menekan biaya rendah. Dengan pasar yang besar kau bisa melakukan spesialisasi sehingga bisa menghasilkan barang dengan harga jual murah,” tuturnya.

Paparan kedua dilanjutkan oleh FX Sugiyanto, akademisi FEB Undip. Menurutnya, isi buku The Sum is Greater Than The Parts bukan hal yang baru karena merupakan hasil dari penelitian terdahulu. Ia menambahkan bahwa sebagai sebuah buku dari hasil penelitian, maka akan ada kelebihan serta kekurangan. “Kelebihannya jika pembacanya sudah paham ekonomi buku ini merupakan bacaan yang mengasyikkan. Tapi bagi mereka yang kurang memahami ekonomi maka buku ini akan susah untuk dipahami,” kata FX Sugiyanto.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri penyerahan kenang-kenangan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis kepada Harvard Kennedy School.

Reporter : Ari Nugroho

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *