Membentuk Duta Antikorupsi Cilik Dengan Metode BTS

Undip (3/7) – Salah satu upaya untuk memberantas korupsi adalah dengan penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini di sekolah-sekolah. Tergerak akan kesadaran tersebut, lima mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro yaitu Chyntia Ayu, Syafira Fadila, Ajeng Mutiara, Gita Kurnia Selina, dan Arisanti Ayu Wardhani membentuk program PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang berjudul “Pendidikan Duta Anti Korupsi Untuk Anak Usia Dini Dengan Metode BTS (Bermain, Terapkan, Sebarkan) Untuk Membentuk Generasi Bebas Korupsi”.

Bersama Shoimatul Fitria sebagai dosen pembimbing, rangkaian kegiatan dimulai dengan mengadakan Pelatihan Duta Antikorupsi Cilik di SDI Pangeran Diponegoro Semarang yang belum pernah melaksanakan pendidikan antikorupsi secara khusus. Hal tersebut terbukti dengan sebelum diadakannya pelatihan, murid-murid kelas 5 sebagai sasaran kegiatan ketika ditanya hanya mengetahui pengertian korupsi secara umum dan masih enggan berperan aktif untuk melawan korupsi.

Pelatihan tersebut menggunakan metode BTS (Bermain, Terapkan, Sebarkan) yang diterapkan dalam empat rangkaian kegiatan yaitu penyampaian materi secara langsung, diskusi kelas, pemilihan duta antikorupsi, dan bermain. “Metode ini (BTS,-red) digunakan karena dengan bermain, anak-anak lebih mudah memahami materi. Lalu terapkan merupakan pengaplikasian materi yang telah diajarkan kepada siswa. Selanjutnya sebarkan adalah penyebaran nilai-nilai antikorupsi yang dilakukan oleh para duta antikorupsi yang dibentuk,” jelas Chyntia sebagai ketua tim.

Hasil dari pelatihan tersebut, terpilih lima orang delegasi duta antikorupsi cilik dari SDI Pangeran Diponegoro Semarang yaitu Hazara, Rena, Azmi, dan RenaI. Ke depannya, para duta antikorupsi cilik inilah yang akan menyebarkan nilai-nilai antikorupsi ke sekolah lain di Kota Semarang.

Chynthia mengatakan bahwa program PKM-M bentukan timnya direspon dengan baik oleh kepala sekolah, guru, terlebih murid-murid yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak pertemuan pertama hingga terakhir. “Melihat hal tersebut membuat kami sangat senang. Kami berharap para duta antikorupsi cilik yang dibentuk dapat menerapkan dan menyebarkan, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain mereka. Dalam program ini dapat terus berlanjut dan dapat membentuk agent of change dalam memotivasi juga menyebarkan nilai-nilai antikorupsi,“ ungkap mahasiswi jurusan Ekonomi Islam 2016 tersebut.

Reporter: Niki Agni Eka PM

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *