Menang Kalah Hal Biasa, yang Penting Pengalaman

Untuk kesekian kalinya, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengikuti sebuah kompetisi. Digawangi oleh Pandu dan Nurin dari jurusan Manajemen, serta Ardi dari jurusan Teknik Elektro. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI) ini bertajuk Indonesian Capital Market Students Studies (ICMSS). Kompetisi yang telah rutin dilaksanakan selama 12 tahun terakhir ini merupakan kompetisi tingkat internasional. Para peserta membuat paper mengenai analisisnya terhadap perusahaan yang gopublic.
 
Tahap pertama yang dilakukan adalah pendaftaran tim secara online. “Setelah daftar buatpaper. Setelah itu nunggu pengumuman 25 besar,” jelas Pandu. Setelah mengetahui lolos dan masuk 25 besar, mereka masih harus berjuang untuk melewati beberapa tahap lagi yang dimulai sejak tanggal 24 Februari sampai 2 Maret 2013. Pada hari pertama, mereka mempresentasikan hasil analisis paper di depan para panelis dan empat delegasi lainnya. Pada hari selanjutnya, mereka mengikuti seminar dan untuk kedua kalinya mereka harus kembali membuat paperdan presentasi, setelah itu barulah dipilih mana saja tim yang menjadi 15 terbaik.
 
Delegasi Undip di Giant Stock Screen Bursa Efek Indonesia.

Motivasi untuk mengikuti kompetisi tersebut adalah karena keprihatinan yang dirasakan oleh mereka. “Saya berangkat dari keprihatinan. Dosen kan tidak mengajarkan kita sebagaimana berwirausaha atau profesional, dia cenderung mengajarkan kita atau istilahnya mendoktrin kita untuk menjadi pekerja atau segala macem. Padahal lembaga keuangan banyak, tidak mesti perbankan,” ucap Pandu. Selain itu, diakui juga keprihatinan karena jumlah penduduk Indonesia yang banyaknya sekitar 240 juta hanya memiliki investor saham yang besarnya hanya sekitar 350 ribu orang. Sedangkan nilai kapitalisasi per hari selama 4 hari sebanyak 4 Triliun.

 
Meski hanya berhasil masuk sampai 15 besar, mereka tetap bangga karena dengan mengikuti kompetisi, mereka bisa mendapatkan pengalaman. Selain itu, karena kompetisi ini merupakan ajang internasional sehingga mereka dapat bertemu orang-orang yang telah profesional. Kompetisi ini juga dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara, seperti Singapura, Filipina, Argentina, dan Malaysia. (hya)
Reporter: Amalia, Eko
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *