Menang Lomba Tenis Meja, Hendri : Wah, Rasanya Luar Biasa

FINAL Hadi S-Hendri (2)

FEB Undip (08/03) – Bertempat di basement gedung Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro  (FEB Undip), diselenggarakan babak semifinal cabang olah raga tenis meja sebagai salah satu rangkaian acara Dies Natalis ke-56 FEB. Peserta turnamen tenis meja ini terdiri dari akademisi, karyawan, dan mahasiswa FEB. Sebelumnya, pada hari Selasa kemarin (7/3) telah dilaksanakan babak penyisihan. Sedangkan hari ini, ada  lima partai dipertandingkan termasuk partai final.

Pertandingan pertama adalah Burhan (Mahasiswa IESP angkatan 2014) melawan Daljono (dosen FEB). Burhan berhasil memenangkan pertandingan dengan 3 set tanpa balas dan membawanya melaju ke babak selanjutnya. Pertandingan kedua, Burhan menghadapi Hendri  (karyawan FEB). Pertandingan kedua ini berlangsung sengit hingga mencapai lima set yang akhirnya dimenangkan oleh Hendri dengan skor  11-6,11-13.14-12,6-11,11-4 yang otomatis membawa Hendri ke partai final.

Pertandingan ke-3 yang semestinya mempertemukan Solihin dan Waldianto (sama-sama seorang karyawan) terpaksa dibatalkan dikarenakan ketidakhadiran Waldianto tanpa sebab yang jelas. Secara otomatis Solihin melaju ke babak selanjutnya dengan menghadapi Hadi Sasana yang merupakan Dosen  FEB. Pertandingan ke-4 ini berlangsung sebanyak empat set dengan skor akhir dimenangkan oleh Hadi Sasana dengan skor 11-8,6-11,11-8,11-5. Hadi Sasana secara otomatis berhadapan dengan Hendri di babak final.

Di partai final, Hendri  menekuk perlawanan Hadi Sasana tiga set tanpa balas dengan skor akhir 11-6.11-8,14-12. Hendri akhirnya keluar sebagai pemenang pertandingan tenis meja kali ini. Hendri yang ditemui usai menerima hadiah mengaku sangat senang dapat memenangkan pertandingan ini terlebih ia berhasil mengalahkan Hadi Sasana “Wah rasanya luar biasa. Apalagi final lawannya sekelas pak Hadi Sasana karena kita itu tunggal guru. Pokoknya luar biasa,” ungkap Hendri. Hendri sendiri mengaku tidak menemui kesulitan yang berarti karena dia sudah sering berlatih untuk menghadapi turnamen kali ini.

Meskipun senang atas kemenangan yang diraihnya, tetapi Hendri menyayangkan kurangnya sosialisasi akan turnamen tenis meja kali ini yang berdampak terhadap peserta yang terlalu sedikit. “Kurang sosialisasi, para karyawan S-I (kampus tembalang -red) tidak ada yang tahu tentang ini, makannya pesertanya sedikit,” keluh Hendri. Lebih lanjut Hendri berharap turnamen tenis meja ini dapat dibawa ke skala nasional. Dia berharap Undip dapat menyelenggarakan pertandingan tenis meja bertaraf nasional mengikuti universitas-universitas lain seperti ITB dan Unpad. (nw)

Reporter : Dias, Anum

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *