Mendulang Prestasi Melalui PKM

pimnas
Pembukaan PIMNAS ke -27 Undip. (sumber : lpmgemakeadilan.com)

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang bergengsi yang selalu dinantikan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi setiap tahunnya. PKM merupakan wadah yang diberikan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti guna meningkatkan kreatifitas dan kualitas mahasiswa Indonesia. Fakultas Ekonomika dan Bisnis FEB Undip pada tahun 2016 ini berkesempatan mengirimkan 6 wakil terbaiknya setelah dinyatakan lolos pendanaan PKM Dikti. Salah satunya adalah tim yang diketuai Dara Ayu Ning Cahya, PKM yang diangkat merupakan PKM – K atau PKM – Kewirausahaan.

PKM yang berjudul “Cat Apparel an Trash Exchange Center” lanjut Dara merupakan sebuah terobosan inovasi baru yaitu penjualan baju yang bergambar kucing tetapi dengan menggunakan metode pembayaran yang terbilang unik, yaitu dengan menggunakan barang-barang bekas. Dara mengatakan bahwa pihaknya berencana menggandeng bank sampah untuk menentukan nilai sampah yang dibawa oleh pembeli. “Kita itu cuma mengenakan HPP ( Harga Pokok Penjualan – red ) nya doang ke kalian, nah untuk keuntungannya sendiri kita peroleh dari pembayaran melalui via sampah seperti botol bekas, kertas bekas seperti itu,” tandasnya.

Kunci sukses

Dara mengatakan bahwa kunci kesuksesan timnya lolos pendanaan PKM Dikti antara lain karena pemilihan dan pemaparan judul yang menarik serta desain abstrak yang harus totalitas. ” Kalian tuh harus memaparkan judulnya yang menarik kayak gitu, terus buat temen-temen juga pada bilang iya utamanya itu kalian mereka nggak akan baca sampai akhir, abstraknya aja kalian totalitasin, di situ kalau memang pemaparanya kalian bagus ya mencukupi sih itu,” ungkap mahasiswi Akuntansi tersebut.

Di tempat lain Ulfa Wahyudiana, mahasiswi FEB yang juga lolos PKM memaparkan ide dari PKM nya. Ulfa dan timnya mengangkat PKM-M atau PKM pengabdian masyarakat. PKM nya adalah “Smile Project”. Ulfa menjelaskan PKM tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan gigi anak – anak kecil usia Sekolah Dasar. Ulfa menyadari bahwa kepedulian menjaga kesehatan gigi di pedesaan masih rendah, bahkan menurutnya para orang tua pun kurang peduli terhadap kesehatan gigi anaknya.

Smile Project akan diuji cobakan di Sekolah Dasar (SD) MI Ma’arif di daerah Banyubiru, Ambarawa. Acara tersebut berisi sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan animasi serta games untuk menumbuhkan ketertarikan anak – anak. Ulfa beserta tim juga membagikan kartu yang berisi absensi menyikat gigi, anak – anak yang sudah menyikat gigi pada hari itu diperbolehkan menempel stiker senyum pada kartu tersebut. Lanjutnya akan memantau perkembangan kebiasaan menyikat gigi anak selama 2 minggu.

Kunci sukses timnya berhasil lolos dalam pendanaan PKM Dikti menurut Ulfa adalah kerja keras serta koordinasi bagus yang dilakukan sebagai tim. Selain itu, Ulfa juga berpendapat bahwa ia tidak pernah menargetkan kemenangan sebagai target utama. Ia menilai bahwa menang sebagai bonus kerja keras yang mereka lakukan. Kunci sukses yang terakhir menurutnya adalah pengerjaan PKM dengan santai tanpa ada rasa tegang dan tekanan.

Kendala

Sementara itu, Dara memaparkan kendala yang dihadapi timnya terutama berasal dari internal berupa kesibukan masing-masing anggota. Dara sempat mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap dukungan dari pihak fakultas yang menurutnya kurang maksimal. Pasalnya hingga sekarang tidak ada pengarahan sama sekali dari fakultas. Menurutnya Fakultas hanya mengharapkan PKM lolos tetapi tidak disertai aksi nyata.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB sebenarnya juga sudah memfasilitasi dengan membuat kelompok school of pimnas. Namun, menurut Dara grup yang dibentuk oleh BEM tersebut sangat sepi dan ia merasa sama sekali tidak memperoleh informasi apapun. Oleh karena itu, ada inisiatif dari mahasiswa yang mengikuti PKM untuk membuat grup diskusi sendiri. Hal tersebut dinilai lebih efektif.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh Dara, Ulfa merasa dengan dukungan yang berasal dari pihak kampus sudah sangat baik. BEM FEB juga menurutnya ikut memberi dukungan bagus dengan membentuk grup school of pimnas. ” Dari BEM itu tuh buat school of pimnas grup, terus ya informasi-informasi itu datangnya dai BEM, join ini join ini, kita suruh join pimnasnya Undip,” tandasnya

Terakhir, Ulfa berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tidak pernah takut sebelum mencobanya. “Awalnya kita itu ya emang nggak bisa tau dalamnya sesuatu kalau nggak membuka pintunya,” ungkap mahasiswi aktivis tersebut. Ulfa juga berpesan agar kita sebagai mahasiswa mampu memaksimalkan wahana berprestasi yang diberikan, salah satunya adalah PKM. (nw)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *