Menelisik Undip Menjadi PTN-BH

Undip (28/5) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM Undip) hadirkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir beserta Yos Johan Utama selaku Rektor Undip dalam seminar bertemakan Menelisik Undip menjadi PTN-BH di Gedung Prof. Soedarto pada Kamis (28/5) lalu.

Acara ini bertujuan untuk menjelaskan kepada mahasiswa apa itu PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri -Berbadan Hukum), fungsi, proses, maupun penerapannya. “PTN-BH adalah entitas hukum yang mandiri tetapi masih di dalam lingkup ristek,” terang Yos Johan. Awalnya, Undip merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama yang meraih gelar PTN-BLU (Perguruan Tinggi Negeri – Badan Layanan Umum). Namun seiring berjalannya waktu, gelar yang didapat pada tahun 2007 ini berubah menjadi PTN-BH. Pengukuhan Undip sebagai PTN-BH disebabkan oleh terpenuhinya tiga syarat, yaitu institusi yang terakreditasi A, sebanyak 50% fakultas dan prodi berakreditasi A, serta lebih dari 500 penelitian yang telah diajukan.

Terdapat beberapa isu terkait pengukuhan Undip sebagai PTN-BH, seperti jenis dosen/tenaga kependidikan, wewenang mengangkat dan memberhentikan, dan transfer dosen menjadi PNS DPK. Selain itu, isu keuangan meliputi revenue generating, compliance, penilaian aset rumit dan sulitnya pembuatan sistem akademik. Menanggapi isu-isu yang berkembang di kalangan mahasiswa seperti, “Apa UKT akan naik? Apa Undip jadi PTN swasta?,” Yos Johan mengatakan bahwa pada tahun ini Undip akan adakan banding UKT.

Menurut Stefanus selaku Staf Ahli Harmonisasi Kampus BEM Undip, jumlah peserta yang mencapai angka 380 dapat menunjukkan tingginya antusias mahasiswa dalam menanggapi acara ini. “Sukses atau nggaknya acara itu dilihat dari peserta, bagaimana antusiasnya,” terang Stefanus. Ia berharap para peserta yang hadir dapat menginformasikan tentang PTN BH kepada mahasiswa lainnya. Namun dibalik kemeriahannya, acara ini tak jauh dari kendala yang dialami panitia. “Dari segi konsep sih kita udah 90 persen berjalan dengan lancar. Cuma di bagian peminjaman ruangan, izin untuk pembicara dan paling penting di bagian dana,” ungkap Stefanus.

Reporter : Anisa Fatmawati

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *