Mengenal Leverage

Leverage mungkin adalah sebuah kosakata yang jarang didengar oleh sebagian mahasiswa pada jenjang sarjana, namun leverage sebenarnya adalah hal yang biasa digunakan oleh kalangan bisnis dan perusahaan. Definisi leverage apabila dilihat dari segi kosakata adalah pengungkit. Definisi leverage sendiri dalam dunia bisnis maupun manajemen keuangan lebih mengacu kepada efek dari biaya tetap yang dapat memberikan keuntungan bagi para shareholders. Definisi menurut dunia bisnis memang sedikit lebih rumit, karena bagaimana bisa fixed cost yang merupakan biaya tetap yang harus dibayarkan bagaimanapun kondisi perusahaan baik perusahaan dalam kondisi baik atau buruk membawa keuntungan bagi perusahaan, namun secara sederhana definisi leverage adalah bagaimana cara perusahaan menggunakan fixed cost menjadi pengungkit untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.

Leverage adalah strategi yang digunakan dalam ranah manajemen keuangan dalam perusahaan. Leverage sendiri dibagi menjadi tiga menurut sumber / asal akun perusahaan yaitu operating leverage (leverage operasi), financial leverage (leverage keuangan), dan total leverage. Leverage operasi sendiri lebih mengacu kepada bidang operasi perusahaan seperti penjualan, produksi, dan biaya produksi. Leverage keuangan sendiri lebih berfokus kepada pemberian keuntungan kepada para pemegang saham atau pemilik perusahaan. Total leverage adalah jumlah dari leverage operasi dan leverage keuangan.

Leverage sendiri selain memberikan fungsi untuk memberikan keuntungan bagi para pemegang saham juga memberikan banyak manfaat lain. Manfaat lain dari leverage sendiri adalah perusahaan dapat melakukan efisiensi biaya untuk memperoleh lebih banyak keuntungan. Melihat fungsi leverage yang sangat menguntungkan bukan berarti leverage tidak memiliki resiko.

Risiko yang dimiliki leverage salah satu diantaranya ada kebangkrutan. Kebangkrutan menjadi salah satu risiko perusahaan dalam menggunakan leverage, karena perusahaan pada umumnya menggunakan hutang untuk mengurangi beban biaya tetap perusahaan. Risiko kebangkrutan sebenarnya adalah risiko yang tidak pasti bagi perusahaan karena perusahaan biasanya memiliki kebijakan sendiri terhadap pemanfaatan hutang dan perusahaan memiliki visi untuk selalu tumbuh dan menghadapi para pesaingnya.

Name               : Agvi Ramadhan Kurniawan

University       : Bandung Institute of Technology

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *