Mengenalkan Program Kerja, BEM FEB 2019 Mengadakan Dialog Terbuka

FEB Undip (28/11) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip menyelenggarakan acara “Dialog Terbuka” untuk mengenalkan kepengurusan dan program kerja dari Kabinet Kolaborasik. Bertempat di Dome FEB Undip, acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dialog terbuka baru pertama kali diadakan pada tahun ini dan belum pernah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam acara ini, BEM FEB Undip mengenalkan setiap bidang beserta program kerjanya secara lebih mendalam. Kabinet Kolaborasik sendiri telah membuat perubahan-perubahan yang menjadikan kabinet ini sedikit berbeda dari kabinet-kabinet sebelumnya. Perubahan itu diantaranya adalah dengan penghapusan beberapa program kerja yang sebelumnya ada, penggantian nama bidang dan atau divisi serta pengenalan program kerja baru.

Contoh program kerja yang dihapuskan pada Kabinet Kolaborasik ini meliputi DEFEST dan Music Library. Alasan penghapusan acara DEFEST dikarenakan sedikitnya minat mahasiswa untuk bersaing dalam perlombaan yang justru berbanding terbalik dengan tujuan dari diadakannya DEFEST itu sendiri. Dalam penggantian nama biro maupun bidang, Biro Aksi dan Propaganda berubah menjadi Jaringan dan Pergerakan. Selain itu, Bidang Akademik dan Penalaran berubah menjadi Riset dan Keilmuan. Pada dialog terbuka, juga dikenalkan progam kerja baru, seperti Economics Future Leader (EFL) yang dinaungi oleh bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM). EFL sendiri merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan  Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Pra-Dasar (LKMM-PD).

Selain digunakan untuk memaparkan program kerja, dialog terbuka juga merupakan wadah untuk menampung aspirasi dari masyarakat FEB. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh peserta yang datang. Saat sesi tanya jawab, salah seorang peserta menanyakan tentang alasan peniadaan pentas seni pada tahun ini kepada Bidang Minat dan Bakat. Muhammad Syukron Ma’mun, Ketua BEM FEB 2019, menjelaskan alasan ditiadakannya pentas seni karena adanya ketidakseimbangan antara cost dan benefit dari acara tersebut. Akan tetapi, menurutnya, hal itu masih dipertimbangkan dan akan diputuskan dalam musyawarah mahasiswa bersama dengan Senat FEB nantinya.

Syukron menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan dengan dua tujuan, yang pertama untuk mendekatkan BEM FEB Undip kepada masyarakat FEB sekaligus merepresentasikan mahasiswa FEB dengan membuat program kerja yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa FEB itu sendiri. Tujuan yang kedua untuk memberikan informasi secara mendalam tentang BEM FEB kepada para pendaftar yang ingin bergabung dalam kepengurusan BEM FEB 2019.

Syukron berharap setelah diadakan acara dialog terbuka, pendaftar BEM FEB menjadi lebih mengenal mengenai bidang dan divisi yang ada di BEM FEB. “Harapannya karna kita juga mendengarkan suara mahasiswa FEB, kita juga bisa mendapatkan bahan untuk mempertimbangkan apa-apa saja yang bakal kita lakukan selama setahun ke depan sebelum kita finalkan di musyawarah mahasiswa tahun depan,” tuturnya.

Alif Muhammad Fawwaz, sebagai salah satu partisipan mengungkapkan alasan kehadirannya adalah untuk mengetahui program kerja dari BEM tahun 2019 dan perbandingan dengan program kerja BEM tahun-tahun sebelumnya. “Acara berlangsung dengan kondusif dan dari masyarakat FEB sendiri antusiasnya juga baik. Saran untuk acara Dialog Terbuka agar bisa lebih tepat waktu dan lebih interaktif karena dari audience masih kurang memberikan pertanyaan,” ujar Fawwaz.

Reporter: Alfi, Dhia, Luthfia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *