Menilik Kembali Kebudayaan Tradisional Jawa dalam Sangkar Seni 2015

Semarang (6/6) – Sangkar Seni 2015 suguhkan kembali kebudayaan tradisional Jawa dengan tema Napak Tilas Kebudayaan dengan Sentuhan Jiwa Muda. Acara yang diadakan di Gedung Cagar Budaya Sobokartti ini juga merupakan salah satu bentuk perwujudan dari kesadaran akan kontribusi pemuda terhadap eksistensi budaya di Semarang utamanya untuk mendekatkan masyarakat Semarang dengan Sobokartti. Cagar budaya yang sudah berdiri selama 83 tahun ini terletak di Jalan Dr.Cipto 31-33 Semarang.

Sangkar Seni 2015 merupakan gagasan dari Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang berawal dari munculnya brief (soal) dari dosen untuk menyelesaikan masalah Sobokartti. Berdasar pada realita yang menyatakan bahwa sangat sedikit masyarakat Semarang yang tidak mengetahui eksistensi Sobokartti, akhirnya dimulailah pembuatan konsep hingga perencanaan acara demi mengangkat dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya bangsa yang dimiliki Sobokartti.

Sangkar Seni 2015 berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 5-6 Juni 2015 dan terdiri dari serangkaian acara. Adapun rangkaian acara yang dihelat yaitu diskusi kebudayaan (Rembug Sobokartti), pameran kesenian dan kebudayaan Jawa dari masa ke masa (seperti makanan khas, wayang, dan kain batik), dolanan gamelan dan membuat wayang, serta malam puncak yang mengusung tema Gelebyar Lokapala. Panitia menghadirkan kesenian Jawa tradisional dan kontenporer oleh sanggar Sobokartti dalam acara puncaknya. Kesenian Jawa yang dinaungi oleh Sobokartti menampilkan wayang “Perang Kembang”, musik gamelan, serta Tari Gado-Gado dan Tari Gambang Semarang. Tak lupa Suara Nusantara ikut memeriahkan suasana dengan menyanyikan beberapa lagu. Gethuk, Lir Ilir, Ketaman Asmara, Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki, dan Imagine dikemasnya menjadi suatu kolaborasi yang apik antara perpaduan musik gamelan dan jazz. Acara ditutup dengan pelepasan 50 lampion oleh pengunjung dan pantia acara. Sangkar Seni 2015 ini terbuka untuk masyarakat umum secara gratis. Sebanyak 600 orang lebih menghadiri acara ini. Mulai dari mahasiswa, komunitas, pihak pemerintah turut berpartisipasi dalam Sangkar Seni 2015.

Viktor, selaku ketua panitia berharap semoga pengunjung setelah menghadiri acara ini semakin mencintai kesenian Jawa. “Makin banyak yang dateng ke Sobokartti dan anak muda mulai banyak berkecimpung di dunia kesenian Jawa,” tutup Viktor. (gt)

Reporter: Afnurul Widya

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *