Mimbar Bebas BEM FEB, Dari Ketiadaan Mimbar Sampai Ketidakhadiran Ketua BEM Periode Sebelumnya

Kedua Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM 2015/2016 beserta Pihak Terlibat dalam Mimbar Bebas (3/11)

FEB Undip (3/11) – Beberapa kejanggalan ditemukan saat pelaksanaan mimbar bebas calon ketua dan wakil ketua BEM FEB Undip, seperti pelaksanaannya yang dilakukan tanpa mimbar dan ketidakhadiran ketua BEM periode 2014/2015. Terkait hal tersebut, Bara Bahtiar selaku ketua Panlih Pemiltas 2015 mengklarifikasi bahwa telah menjadi keputusan Senat Mahasiswa dan Bidang Kemahasiswaan untuk tidak mengundang BEM sebelumnya dalam mimbar bebas Pemiltas. Hal ini dikarenakan untuk meng-explore bakal calon sebenarnya dari pihak himpunan, sehingga ia hanya menghubungi panelis saja.

Setelah melewati berbagai tahapan dalam Pemiltas, kedua calon ketua dan wakil ketua BEM melakukan kampanye terbuka di Dome FEB Undip Tembalang pada pukul 11.00. Selain kedua calon yaitu M. Irfan Priambodo – Sayogya Notohatmodjo dan Hudzaifah – M. Aziz Hidayatullah, mimbar bebas juga menghadirkan beberapa panelis yang terdiri dari Amir Suryo Utomo selaku Ketua HMJ IESP, Ketua HMJA yaitu Mbarep Ilyas, Rizki Diba sebagai Ketua HMJM, Ketua HMPS Ekis yaitu Fathan Qoriba, Umar Izzul Islam selaku Perwakilan Komisi IV Senat Mahasiswa, dan Mahasiswa Berprestasi FEB 2015, Ajeng Hilarysa.

Mimbar bebas dimulai dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pemiltas 2015, Barra Bahtiar, Ketua Senat FEB Undip yaitu Dwi Swasana Ramadhan, dan Rizal Hari Magnadi selaku Staf Ahli Bidang Kemahasiswaan.

Pasangan Irfan-Sayogya memiliki visi yaitu Mewujudkan Harmonisasi di Lingkungan FEB Undip. Sementara Hudzaifah-Aziz visinya adalah Berkarya Karena Cinta, dari Ekonomi untuk Indonesia. Setelah penyampaian visi misi, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab yang berlangsung selama tiga jam. Tanya-jawab dibagi menjadi tiga sesi, dua sesi untuk panelis dan satu sesi untuk audiens.

Salah satu panelis, Mbarep Ilyas, menanyakan beberapa hal seperti nama ketua angkatan di setiap jurusan dan bentuk aksinya dalam esensi terbuka itu seperti apa, bagaimana agar tetap cinta ekonomi dengan kondisi perekonomian saat ini, serta bagaimana langkah dan karya untuk ekonomi Indonesia. Pasangan Irfan-Sayogya mengatakan akan mengikutsertakan kegiatan BEM dengan sifat kredibilitas serta jujur dalam arti terbuka terhadap kritik dan saran. Sementara pasangan Hudzaifah-Aziz menjawab bahwa mahasiswa harus unggul dalan segi akademik dan nonakademik, mengadakan isu-isu ekonomi akademik, pengabdian masyarakat dan mengikutsertakan peran kita sendiri.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, panelis juga melontarkan beberapa pertanyaan lainnya, seperti aksi nyata dengan kondisi realita yang dihadapi, bagaimana perbaikan atas kepengurusan sebelumnya, tingkat optimisme kedua calon untuk terpilih, keselarasan antara organisasi mahasiswa (ormawa), kekuatan internalisasi FEB, kredibilitas, dan pengetahuan umum seputar ormawa FEB. Hal ini menujukkan bahwa agar menjadi ketua dan wakil ketua BEM, mereka dituntut untuk mengetahui segala keadaan di setiap sisi FEB serta sikap dan loyalitas antarormawa. (gt)

Reporter : Nisa Rahmi Dalimunthe

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *