NKRI Harga Mati, Tunjukkan Baktimu Pada Negeri

(3) Anisa-Fatmawati

     Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati seorang warga negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Definisi lain mengatakan bahwa rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal. Hal ini tercermin dari perilaku warga negara yang membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada di negaranya dengan melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.

     Salah satu wujud cinta tanah air adalah bela negara. Konsep  Bela Negara dapat diuraikan menjadi dua bagian yaitu bela negara secara fisik maupun non-fisik. Secara fisik bisa dilihat  dengan cara “memanggul bedil” atau menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela Negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Sedangkan Bela Negara secara non fisik dapat didefinisikan sebagai “segala upaya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara”.

     Unsur-unsur  dasar yang terkandung dalam bela negara pun beragam. Mulai dari cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi, rela berkorban untuk bangsa dan negara. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu sama lain, dimana apabila satu unsur tidak berjalan maka bela negara dan rasa cinta terhadap tanah air tidak tercipta. Mengingat perjuangan pahlawan-pahlawan kita membela tanah air untuk mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pengorbanan dan perjuangan mereka tidaklah sepadan dan tak akan terganti harganya. Semenjak bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing, masyarakat Indonesia bertekad untuk mempertahankan tanah kelahirannya. Hidup mati hanya untuk membela tanah air. Tetesan darah di ujung bambu  runcing  menjadi bukti, bahwa mereka berpegang teguh pada prinsip membela tanah air sampai mati.

     Sebagai pemuda yang cinta tanah air, seharusnya kita harus menanamkan gerakan membela negara dari ancaman yang menghadang. Ancaman yang ada hadir di era sekarang bukanlah pasukan bersenjata, tetapi ancaman teknologi dan globalisasi.  Semangat pergerakan bela negara dan cinta tanah air bisa dimulai dari melestarikan budaya, belajar dengan rajin bagi para pelajar, taat akan hukum dan aturan-aturan negara. Semangat pergerakan bela negara dan cinta tanah air haruslah dibina semenjak dini sehingga keutuhan kesatuan dan persatuan Republik Indonesia bisa tetap terjaga. Manfaat dari gerakan bela negara dan cinta tanah air bisa dirasakan melalui kehidupan aman, damai dan sentosa serta kesejahteraan seluruh warga Indonesia.

     “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country (Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu)kata John F Kennedy, Presiden ke- 35 Amerika Serikat. Sebuah kutipan tersebut mengajarkan kita agar sebagai warga negara kita bisa memberikan yang terbaik untuk negara tanpa balas budi. Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Rakyat yang baik adalah rakyat yang mencintai tanah airnya. Pemuda yang baik adalah pemuda yang berbakti pada negeri.

SAMSUNG CSC

Anisa Fatmawati

Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan 2014, Universitas Diponegoro

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *