Olimpiade Diponegoro 2016 Resmi Dibuka

20161023_124746

Undip (23/10) – Olimpiade Diponegoro yang merupakan pertandingan olahraga terbesar di Universitas Diponegoro resmi dibuka dengan penyalaan api olimpiade. Bertempat di stadion Undip, acara ini sempat tertunda beberapa waktu karena adanya kendala cuaca, yaitu hujan deras yang mengguyur Tembalang saat itu. Sebelumnya, Olimpiade pre-event yakni beberapa pertandingan seperti PES, Dota, dan foto kontes.

Upacara pembukaan ini sejatinya untuk menyalakan semangat mahasiswa Undip agar mereka tahu bahwa Olimpiade Diponegoro merupakan salah satu acara tahunan terbesar di Undip. “Jadi kita mencoba membuat ceremony saat olimpiade supaya mahasiswa-mahasiswa terutama di Undip itu tahu bahwa di Undip ada olimpiade dan membawa semangat di mahasiswa tersebut,” ujar Septian Wirandika selaku Penanggung Jawab Ceremony Olimpiade Diponegoro.

Sembari membawa obor, para peserta parade yang juga merupakan peserta olimpiade dari seluruh fakultas di Undip melakukan pawai dengan menempuh rute dari Student Centre (SC) hingga pelataran stadion Undip Tembalang. Kehadiran maskot bernama Matra (Macan Sumatera) juga memeriahkan Olimpiade Diponegoro tahun ini.

Adanya obor dalam pembukaan Olimpiade Diponegoro diartikan sebagai lambang persatuan antara fakultas-fakultas yang ada di Undip. Sedangkan Matra melambangkan keberanian dan jiwa sportivitas. “Itu namanya macan Sumatra alias Matra, jadi kenapa seperti itu, karena menunjukan lambang keberanian dari setiap mahluk hidup dan mahasiswa Undip yang mempunyai keberanian jiwa sportivitas untuk membuat suatu ajang olimpiade tersebut,” tuturnya.

Walaupun saat acara hujan mengguyur Tembalang, para delegasi tiap fakultas tetap berkumpul dan bersama-sama menyalakan obor sebagai lambang persatuan tersebut. Acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Aksi Perkusi, Kesenian Jawa, Modern Dance Fakultas Teknik, dan penampilan band asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Pengumuman pemenang lomba pre-event olimpiade dan flashmob yang diikuti oleh peserta dan panitia menjadi penutup dalam rangkaian acara ini. Walaupun cuaca menjadi kendala utama, Septian berharap upacara pembukaan pada tahun selanjutnya akan lebih baik lagi, “Harapannya sih mungkin dari tahun ini kita bisa membuat nama olimpiade naik dan juga membuat link dan dana naik, serta tidak kalah dari universitas lainnya. Target ceremony ini untuk ceremony tahun depan, dan ceremony tahun depan lebih baik dan ngena lagi,” tutup Septian.

Reporter : Dewi Hastuti, Oktapiyani

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *