Pelatihan Karya Tulis Ilmiah sebagai Bekal Penulisan Skipsi

FEB Undip (7/5) – Mahasiswa perlu dibekali ilmu dan pelatihan karya tulis yang kedepannya akan berguna untuk penulisan skripsi. Hal itulah yang mendasari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan mengadakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) pada Kamis lalu di Gedung PKM lantai dua FEB Undip. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan sambutan oleh Hadi Sasana selaku Ketua Jurusan IESP.

Selanjutnya pemaparan materi oleh Akhmad Syakir Kurnia selaku perwakilan Dosen IESP yang menuturkan bahwa mahasiswa merupakan akademisi yang harus berpikir kritis, kemudian hasil pemikiran itu dituangkan dalam sebuah tulisan ilmiah atau critical writing. Penulisan karya ilmiah harus objektif, menggunakan bahasa yang formal, dan tidak ambigu. Karya ilmiah harus disusun secara logis, memuat pemikiran dan argumentasi kritis, terstruktur, serta tidak partisan. Seorang pemikir kritis tentu tidak akan mempercayai langsung apa yang dipercayai oleh orang lain. Critical thinker  akan mempertanyakan dan menguji asumsi-asumsi yang telah ada, terbuka pada gagasan baru sekaligus skeptis, serta melakukan penilaian mengenai hubungan pernyataan atau teori atau klaim dengan bukti-bukti. Syakir juga mengatakan bahwa karya ilmiah memiliki struktur berupa pendahuluan, tubuh tulisan, simpulan, dan referensi. Karya ilmiah dituntut untuk memuat hal-hal yang menarik pembaca, bukan hal-hal yang bersifat umum.

PKTI ditutup dengan kesimpulan bahwa karya ilmiah dibuat bukan untuk menulis lagi apa yang telah ditulis orang lain, melainkan menuangkan sebuah gagasan, lalu mengembangkannya secara sistematis berdasarkan landasan teori, kelemahan argumentasi, penting atau tidaknya masalah tersebut, hubungan pengetahuan yang dimiliki, serta keberpihakan dari gagasan tersebut.

Putra Agung Wahyu Prasetyo selaku Ketua Panitia PKTI mengakui adanya beberapa kendala dalam hal teknis dan jumlah peserta pada penyelenggaraan acara ini. Ia mengaku bahwa panitia yang berasal dari HMJ IESP angkatan 2014 membuat acara kurang maksimal secara teknis. Kehadiran peserta  yang berjumlah 50 orang juga melenceng dari yang telah ditargetkan sebelumnya, yaitu sebanyak 65 orang. Ia juga berharap agar PKTI dapat berkembang lebih luas, baik di dalam maupun luar universitas.

Reporter : Rima Yulia

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *