Pelatihan Perbankan Syariah Tingkatkan Kompetensi Bagi Mahasiswa

IMG-20160903-WA0000

FEB Undip (25/8) – Program Studi Ekonomi Islam FEB Undip bekerja sama dengan Bank Mandiri Syariah menyelenggarakan Workshop Perbankan Syariah Batch 1. Bertempat di laboratorium Perbankan Syariah Gedung Laboratorium FEB Undip, Workshop ini merupakan awal rangkaian dari pelatihan – pelatihan yang direncenakan oleh Prodi Ekonomi Islam sebagai peningkatan kemampuan  mahasiswa dalam teori dan praktik di perbankan syariah. Workshop ini sekaligus pembukaan laboratorium atau mini banking di FEB Undip, “Pelatihan perbankan syariah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan memfasilitasi mahasiswa untuk magang ke perbankan syariah termasuk Bank Mandiri Syariah,” ujar Darwanto selaku Ketua Prodi Ekonomi Islam.

Acara turut dihadiri oleh Agung Trisnoyuwono selaku Manajer Bank Mandiri Syariah area Semarang. Agung menyatakan bahwa penggunaan laboratorium atau mini banking  ini sebagai wadah belajar mahasiswa tentang perbankan syariah yang lebih luas lagi.  Selain itu, pelatihan yang hanya dibatasi untuk 20 orang ini juga dihadiri oleh Dekan FEB Undip Suharnomo. “Pelatihan ini sangat baik dan semoga menjadi pertemuan yang barokah. Landaskan bahwa diri kita sebagai pejuang, salah satunya untuk pengetahuan Islam yang bagus dan diimplementasikan bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang lain,” ujar Suharnomo dalam sambutannya.

Materi pertama disampaikan oleh Achta Yustricia G tentang Prinsip Dasar Perbankan Syariah. Dalam materinya, Achta menjelaskan bahwa perbedaan mendasar Bank Syariah dengan Bank Konvensional adalah ada atau tidak adanya riba, dimana pada bank Syariah dikenal dengan istilah Mudharabah atau bagi hasil sedangkan dalam konvensional biasa disebut sistem bunga. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang sejarah bank Syariah dunia dan Indonesia, akad – akad pada bank syariah dan identifikasi transaksi terlarang dalam bank syariah seperti maysir (perjudian), takhrir (ketidakpastian), risywah (suap menyuap).

Masuk ke materi kedua yakni terkait Selling skill dan Service Excellent yang dibawakan oleh Sofiani Nurul Budiati dan Retno Suharyanti. Retno mengatakan bahwa pelayanan dalam perbankan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan yang pertama, pelayanan hanya sebagai pelengkap saja, tahap yang kedua sebagai standar operasional suatu perusahaan, dan pelayanan tahap ketiga merupakan suatu ciri khas atau karakter dari perusahaan tersebut.

Peserta pelatihan kemudian diajak untuk melakukan simulasi transaksi perbankan, seperti layaknya menjadi Customer Service (CS), Teller dan Back Office (BO). Para peserta pada sesi ini terlihat sangat bersemangat terlihat dari aktifnya peserta dalam berdiskusi di sesi tersebut. Namun, menurut salah seorang peserta, Hamam Nur, mengatakan pada sesi praktek di bawah ekspektasinya karena hanya menjadi CS, Teller dan BO  dan juga memakai aplikasi yang sebelum “Aplikasi yang di gunakan itu merupakan aplikasi lama sekitar tahun 2008 walaupun kenyataanya saya jadi mengerti alur proses yang ada di perbankan,” ujar mahasiswa Ekonomi Islam 2014 ini

Dengan adanya pelatihan ini, Darwanto selaku ketua Prodi Ekonomi Islam berharap agar mahasiswa meningkatkan skill dan kopetensinya.  “Pelatihan perbankan syariah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan memfasilitasi mahasiswa untuk magang ke perbankan syariah termasuk Bank Mandiri Syariah,” tutur Darwanto

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *