Pemiltas di DIII, dari Keterlambatan Sampai Satu Bilik Berdua

FEB Undip (4/12) –  Pemungutan suara Pemilihan Tingkat Fakultas (Pemiltas) diselengarakan secara serempak di empat lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni gedung A (TPS 1), gedung B  (TPS 2), gedung C (TPS 3), serta gedung DIII di Pleburan.  Berbeda dengan Pemungutan suara di S1, pemungutan suara di DIII hanya memilih pasangan ketua dan wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tanpa memilih Fungsionaris Senat Mahasiswa  (SEMA). Hal ini dikarenakan tidak adanya calon Fungsionaris SEMA yang berasal dari DIII, sesuai dengan TAP SEMA NO. 8/TAP/SM FEB UNDIP/2014 tentang PERATURAN POKOK PEMILIHAN UMUM FAKULTAS (PEMILTAS) FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2014.

Proses pemungutan suara di TPS DIII berlangsung lancar meskipun  terjadi keterlambatan sampai 2 jam, acara pemungutan yang dijadwalkan mulai jam 08.00 WIB molor sampai jam 10.00 WIB. “Surat suara datang jam 09.00, dari BAWASLU ada pengecekan surat suara jadi acara mulai jam 10.00,” ungkap Yasen, salah seorang panitia pemiltas. Ia juga mengatakan bahwa surat suara harus di cek agar mengetahui bila ada yang rusak. “Kami panitia menargetkan agar mahasiswa DIII 100% ikut berpartisipasi, sekurang-kurangnya 90%,” imbuhnya. Mengenai jumlah surat suara, ia menambahkan bahwa ada 700 surat suara yang dikirim ke TPS DIII, “Jumlah DPT sudah ada, namun saya kurang tahu, untuk saksi ada lima, dua dari independen dan 3 dari calon ,” tutupnya.

Beberapa kejadian yang  melanggar aturan terjadi di TPS DIII, seperti ada dua orang yang sengaja mencoblos dalam satu bilik bersamaan, ada juga pemilih yang mencoret namanya sendiri pada daftar DPT, dan terjadi pula ketidaksinkronan antarsaksi dalam menghitung jumlah pemilih masuk.

Salah satu pemilih mengeluhkan tentang kurangnya sosialisasi pemiltas di DIII, “Saya rasa untuk sosialisasi masih kurang, menurut saya hanya ada satu pasangan calon yang melakukan sosialisasi dengan baik,” ungkap Ghany, mahasiswa DIII Perpajakan. Disinggung mengenai tatacara dan syarat untuk mencoblos, ia mengaku tidak tahu. Ditemui ditempat lain, Arie, salah satu pemilih mengharapkan agar nantinya ketua BEM terpilih dapat lebih memperhatikan dan mengadakan acara-acara di DIII, “Selama ini menurutku BEM kurang memperhatikan kami di DIII,” keluh mahasiswa asal Tasikmalaya ini.

Acara pemungutan suara berlangsung sampai pukul 16.00. Dari 700 surat suara yang disediakan, suara yang masuk TPS DIII FEB UNDIP menurut panitia sejumlah 268, menurut saksi calon nomor urut satu sejumlah 264, menurut saksi calon nomor dua sejumlah 265, dan menurut saksi calon nomor tiga sejumlah 266. (gt)

 Reporter : Ahmad Rodhi Sulaiman

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *