Penipuan Minta Pulsa Kembali Terjadi, Mahasiswa Diminta Lebih Hati-hati

Undip (16/3) – Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip diusik dengan kasus penipuan berkedok minta pulsa. Kejadian ini menimpa Febrina Eka Dewi, mahasiswi semester 4 jurusan S-1 Manajemen beserta dua orang temannya. Kala itu Minggu (13/3) pukul 16.30 , Febri tengah beristirahat di kamar selepas mengikuti kegiatan malam keakraban (makrab) Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Kemudian ia mendapatkan sebuah pesan singkat dengan nomor tak dikenal mengatasnamakan Azzam selaku Ketua KSPM, bertanya apakah ada temannya yang menjual pulsa. Lalu, Febri pun membelikan pulsa Rp 100.000,00 yang katanya akan digunakan untuk membeli paket internet. Setelah pulsa sampai ke nomor pelaku, ia kemudian masih meminta lagi pulsa sejumlah Rp 50.000,00.

Febri menghubungi Ghina, teman satu jurusan kuliahnya untuk mengirim pulsa Rp 50.000,00 ke nomor ‘Azzam’. Ghina yang merasa ada keganjilan sempat ragu untuk mengirimkan pulsa ke nomor itu. Mereka bertiga ada di satu jurusan dan satu organisasi yang sama, sehingga dirinya cukup memahami karakter Azzam. Namun, setelah Febri meyakinkannya, pulsa tersebut pun kembali dikirimkan ke nomor pelaku.

Sama seperti Febri, Azzam juga mendapat pesan singkat dari nomor tidak dikenal dengan mengatasnamakan Febrina untuk tujuan serupa, yakni minta pulsa. Azzam yang curiga tidak menanggapi pesan tersebut. Azzam sadar bahwa SMS tersebut bukan merupakan gaya bahasa Febrina. Ia berpikir bahwa tidak mungkin Febrina tidak memiliki kontak teman dekatnya sendiri, Ghina. Usut punya usut ternyata Febri dan Azzam pernah menjadi contact person (CP) suatu acara KSPM. pada Senin (14/3) malam, Azzam menghubungi Febrina, menjelaskan bahwa dirinya telah tertipu.

Atas kasus penipuan ini, Ghina merasa sangat dirugikan. “Merugikan banget apalagi mahasiswa kan finansialnya naik turun. Apalagi yang anak kos-kosan. Saya aja yang asli Semarang itu aja lagi susah, kan mau KKL (Kuliah Kerja Lapangan – red),” keluhnya.

Azzam yang hampir menjadi korban dalam kejadian ini menyarankan para mahasiswa agar lebih berhati-hati. “Juga kalau kasih CP di poster atau jarkoman, baiknya nomor saja. Jangan kasih nama atau namanya nama belakang. Soalnya ini bukan kali pertama KSPM jadi sasaran,” tutup Azam. Kasus ini akhirnya tidak ditindaklanjuti ke ranah hukum. (nw)

Reporter : Desi Wulansari

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *