Penutupan ODM 2017, Undip Pecahkan Rekor MURI

Undip (13/8) – Bertempat di Stadion Undip Tembalang, kurang lebih 11.600 mahasiswa baru mengikuti Upacara Penutupan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) tahun 2017. Upacara penutupan ini sebagai tanda berakhirnya rangkaian acara ospek tingkat universitas, fakultas, maupun jurusan. Turut hadir Yos Johan Utama (Rektor Undip) bersama jajarannya, perwakilan Kemenristek Dikti, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Undip, Sri Widayati (Manajer Eksekutif Museum Rekor Indonesia), Dekan Fakultas bersama jajaran dosen Undip, serta Dinda Ayu Saraswati (Finalis Miss Indonesia 2017 dari Jawa Tengah).

Acara dimulai pukul 06.00 WIB dengan pembentukan formasi mozaik peta dan bendera Indonesia oleh para mahasiswa baru. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan antara lain oleh Norhendra Ardhanaputra (Ketua Panitia ODM 2017), Jadug Trimulyo (Ketua BEM Undip), dan Rektor Undip. Yos menegaskan dalam sambutannya tentang pentingnya persatuan dan kesatuan untuk menjadikan Undip gemilang, baik di mata Indonesia maupun dunia. “Tak ada Aceh, tak ada Papua, tak ada Kalimantan, Jawa, Sumatra, dan sebagainya. Di Undip hanya ada satu, yaitu Indonesia,” kata Yos menutup sambutannya.

Mengangkat tema “Perwujudan Semangat Adhibrata Diponegoro Muda untuk Membuka Cakrawala Warisan Nusantara” diharapkan para mahasiswa baru meneladani sifat unggul dari Pangeran Diponegoro yaitu religius, jujur, berani, dan mempunyai semangat kepemudaan yang tinggi. Sifat-sifat unggul tersebut dijadikan dasar untuk mencintai Indonesia dan khususnya almamater tercinta, Universitas Diponegoro.

Acara dilanjutkan dengan parade dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Resimen Mahasiswa (Menwa), Taekwondo, bela diri, organisasi daerah (Orda) juga parade budaya berupa tarian oleh 34 mahasiswa yang melambangkan jumlah provinsi di Indonesia. Setiap penari pun mengenakan pakaian adat dari masing-masing provinsi yang mereka wakili.

Pada gelaran ini pula Undip memecahkan rekor MURI berupa monumen Garuda Pancasila yang terbuat dari rak buku. Monumen tersebut berukuran 6,7 x 5,4 meter dengan 34 rak yang menunjukkan jumlah provinsi di Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sri Widayati kepada Rektor dan Ketua BEM Undip. Dilanjutkan dengan simbolis pemecahan kendi dan penyerahan buku oleh dua perwakilan mahasiswa lalu foto bersama.

Norhendra menjelaskan bahwa monumen ini mencerminkan sila-sila pancasila adalah landasan dalam penerapan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia. “Monument ceremony tadi menceritakan tentang semangat persatuan yang berlandaskan simbol yang mengakar kuat dan mencerinkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Untuk penempatan rak buku tersebut, kemungkinan di Student Centre,”  ungkapnya.

Orasi dari sebelas fakultas dan sekolah vokasi menutup gelaran tersebut. Masing-masing fakultas menyerukan jargonnya dengan penuh semangat menggelora. “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Undip? Jaya! Undip…Undip…Undip…Jaya…Jaya…Jaya!”

Reporter: Wakhidatun N

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *