Jembatan Rusak di Depan Kampus FEB Diperbaiki

UNDIP (9/5) – Jembatan rusak di depan Kampus FEB Undip, Tembalang, akhirnya diperbaiki. Hari Pujo Susanto selaku Konsultan Supervisi menjelaskan bahwa penyebab rusaknya jembatan tersebut karena tonase yang terlalu kecil untuk lalu lintas sekarang ini yang akhirnya membuat jembatan tidak kokoh lagi. “Dari analisis saya, jembatan itu brokall fot, karena desain jembatannya untuk lalu lintas beberapa tahun yang lalu bukan untuk sekarang. Kalau sekarang kan tonase nya lebih besar jadi istilahnya beban gandarnya itu besarkan untuk sekarang. Kalau dulu kan misalnya dirancang untuk kapasitas delapan ton untuk beban gandarnya, sekarang kan sudah sampai tiga puluh ton sudah banyak berubah. Kalau bahasa teknisnya itu klasifikasinya sudah tidak sama dengan dari awalnya, ” tutur pria yang akrab disapa Hari tersebut.

jemabtan2xx

Dia menambahkan bahwa penyebabnya tidak hanya desain jembatan yang tidak sesuai, penopang gelagar jembatan juga secara terus menerus terkena aliran air yang mengakibatkan gelagar jembatan menjadi tidak stabil (gelagarnya tergerus air sedangkan penahan jembatan yang ditopang balok atau plat betonnya lama-lama turun dan runtuh). “Dibutuhkan waktu kurang lebih 120 hari untuk memperbaiki jembatan jalan ini. Kalau biaya itu ya ada cuman kita nggak bisa mengungkapkan. Itu kan ada RAB untuk tender dan RAB untuk yang lain itu beda,” terang Hari.

Perbaikan jembatan tengah dilakukan pihak universitas dengan menggandeng pihak ketiga. Hari menjelaskan pihak-pihak yang terlibat antara lain kontraktor sebagai pelaksana, konsultan pengawas (konsultasi produksi) sebagai pengawas, kemudian tim teknik dari Undip sebagai owner, terakhir adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Perbaikan jembatan sendiri melalui beberapa tahapan. Tahap  pertama, pembesian kemudian besi-besi dirangkai, tahap kedua dilakukannya Sugesting (digunakan untuk menahan besi yang dicampur beton yang dicor). Para pekerja juga membuat saluran air sementara yang diharapkan air tetap bisa mengalir ke sungai dan tidak menganggu pekerjaan utama. Perbaikan yang tengah dilakukan yaitu memberi konstruksi beton bertulang yang jumlahnya lebih banyak dan lebih kokoh.” Rencananya ini diperbaiki dengan konstruksi beton bertulang, kalau dulu kan minim sekali tulangnya untuk sekarang kan tulangnya udah banyak. Berdasarkan hitung-hitungan kan ada daya normal, daya tarik, dan movement dalam bahasa teknisnya,” tutup Hari.

Reporter: Mahardika, Haritz

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *