Peresmian Sekretariat Terpadu : Terwujudnya Penantian Lama Ormawa

FEB Undip (23/5) – Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip telah meresmikan Sekretariat Terpadu untuk 10 organisasi mahasiswa (ormawa) yang belum memiliki sekretariat. Bertempat Gedung PKM Lt.2, peresmian Sekretariat Terpadu ini merupakan bagian dari acara Public Hearing 2 yang membahas tentang sarana prasara di FEB Undip. Sekreatariat Terpadu ini merupakan sekretariat bersama untuk kesepuluh ormawa yaitu PRMK, HMEI, ECOFINCS, KESMES, Basket, Futsal, Voli, BAK dan EV.

Dimulai pukul 15.00, peresmian Sekretariat Terpadu dibuka dengan pemotongan pita oleh Wahyu Meiranto, Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya FEB Undip. Kemudian penyampaian sinopsis dan sambutan dari YCH selaku Sponsor Sekretariat Terpadu. Peresmian dilanjutkan dengan Sambutan dari Wahyu disambung dengan sambutan dari Ketua SM FEB Undip, Aulia Pradipta Prabandaru. Penyerahan Sekretariat terpadu dilakukan secara simbolis oleh Wahyu kepada Sebastianus Devy Widhiarto, Ketua Umum ECOFINCS, sebagai perwakilan dari 10 ormawa tersebut. Peresmian ini pun juga dimeriahkan oleh Econimic Voice.

Khomsin Fajar Kurniawan selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa sudah bertahun-tahun 10 ormawa tersebut menyampaikan aspirasi mengenai sekretariat mereka yang belum tersedia. Ada banyak kesulitan yang didapatkan ketika tidak memiliki sekretariat ormawa. Sebastianus mengungkapkan mereka tidak memiliki tempat untuk inventaris barang dan surat-surat. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satu anggota berkorban untuk dijadikan tempat peninitipan barang. Sedangkan untuk surat-surat selalu dibawa agar tidak lupa.

Akhirnya aspirasi tersebut terealisasikan dengan diresmikannya ruangan eks mushola di Gedung PKM Lt.2 sebagai Sekretariat Terpadu. Nantinya Sekretariat Terpadu ini dapat digunakan sebagai tempat rapat internal masing-masing ormawa. Kegiatan seperti sidang atau rapat koordinasi yang biasanya bertempat di eks mushola akan dialih fungsikan ke ruang serba guna PKM Lt.2. Pada Sekretariat Terpadu sendiri hanya akan diberi penanda berupa lemari milik masing-masing ormawa dan dibuat tanpa sekat. Hal ini bertujuan agar tidak memberi kesan menutup diri dari ormawa lain dan sosialisasi antar ormawa pengguna Sekretariat Tepadu menjadi lebih rekat.

Mengenai kesulitan dari peresemian ini, Khomsin mengatakan semua kepanitiaan pasti ada kesulitan, namun dapat diatasi dengan baik. Harapan pun disampaikan oleh Khomsin, “Harapannya ya jadi tidak ada kesenjangan dan kecemburuan sosial lagi antarormawa. Semua ormawa bisa bekerja sama dengan baik, bisa bersinergi, ga ada kesalahpahaman, dan dengan adanya ini kita punya ikon baru FEB ‘Sekretariat Terpadu’ sehingga bakal dikenang gitu.  Karena kami kerjanya bareng-bareng, dari senat dari semua ormawa, jadi setidaknya ada suatu kenangan dan suatu harapan baru yang bakal dicapai. Dan semoga peralatan dan AC cepet direalisasikan dari sponsor dan Dekanat, jadi yang make juga nyaman,” tutupnya.

 

Reporter : Asma

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *