Pesona Harmoni Diponegoro 2017: Glorious In Harmony!

Undip (20/12) – Bertempat di Gedung Prof. Soedarto, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip menghelat acara Pesona Harmoni Diponegoro 2017. Acara ini merupakan bentuk penghargaan dari BEM Undip kepada para mahasiswa dan BEM Fakultas yang ada di Undip, sekaligus grand closing dari seluruh rangkaian program kerja BEM Undip periode 2017.

Pada tahun ketiga kali ini mengangkat kebudayaan Bali sebagai tema. Corak khas Bali telah nampak di poster acara yang diunggah via akun Line BEM Undip, termasuk acara pembukaannya yang menampilkan tarian daerah Bali oleh tiga mahasiswa Undip. Dilanjutkan dengan penampilan para pemenang Diponegoro Art Competition (DAC) dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Undip. Semakin meriah tatkala Dekan FEB, Suharnomo, tampil bernyanyi di atas panggung.

Kirana (Ketua Panitia Pesona Harmoni Diponegoro 2017) memberikan sambutan setelah beberapa penampilan pembuka. “Acara ini sebagai salah satu bentuk apresiasi kita sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa Undip pada bidang-bidang BEM Fakultas yang sudah bekerja keras selama satu tahun, dan juga bentuk tanggung jawab kita serta bentuk kepedulian kita sebagai Kementerian Seni dan Olahraga untuk mengapresiasi temen-temen seni yang ada di Universitas Diponegoro,” jelas Kirana. Acara disambung dengan sambutan oleh Jadug Triyanto (Ketua BEM Undip 2017) lalu pembukaan secara simbolis oleh Agung Wibowo (Dekan FT), mewakili Yos Johan Utama (Rektor Undip) yang berhalangan hadir.

Boleh dibilang malam Pesona Harmoni Diponegoro 2017 adalah milik Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Selain Dekan yang pentas di atas panggung, perwakilan BEM pun naik-turun panggung untuk menerima berbagai penghargaan. Prestasi yang berhasil diraih yaitu Juara 2 Riset Mahasiswa Terbaik dan Riset Terbaik dalam Liga Penelitian Undip, Bidang Sosial dan Politik (Sospol) Terbaik, Bidang Ekonomi dan Bisnis (Ekobis) Terbaik, dan Bidang Minat dan Bakat (Mikat) Terbaik, sehingga FEB berhak menyandang gelar BEM Fakultas Terbaik 2017. Tidak hanya BEM, para atlet yang mewakili dalam ajang Olimpiade Diponegoro 2017 pun turut mempersembahkan gelar Juara Umum bagi FEB.

Ditemui seusai acara, Kirana mengungkapkan kendala Pesona Harmoni Diponegoro 2017 adalah jadwal UAS dan cuaca di hari-H yang hujan deras. Dia pun juga berkomentar mengenai kurangnya antusiasme dari para mahasiswa. “Harapanya sih untuk harmoni tahun depan mungkin mahasiswa lebih bisa aware kali ya. Ini [Harmoni Diponegoro] itu bukan [hanya untuk] mahasiswa eksekutif-eksekutif [seperti] BEM, tapi acara yang ditujukan untuk mahasiswa Undip biar jadi ajang buat refreshing,” kata mahasiswi jurusan Sistem Komputer 2016 tersebut.

Menurut Marliana Vita Sari, salah satu pengunjung, digelar saat awal liburan menjadi alasan mengapa acara ini tidak terlalu banyak pengunjung. “Kan kayak jadwalnya juga ini udah waktunya orang pada balik kan. Nah faktor cuaca juga mungkin, [selain] karena malam, juga karena musim hujan,” jelas Marliana yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Dirinya berharap di tahun selanjutnya sebaran informasi acara ini lebih diperluas, tidak hanya melalui media sosial, agar mahasiswa lebih antusias, serta perlu diadakannya penampilan dari BEM masing-masing fakultas agar lebih meriah.

Reporter: Putri, Fatimah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *