PJTD 2017 : Langkah Awal Jurnalis Muda

FEB Undip (16/09) – LPM Edents menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar 2017 dengan tema “Langkah Awal Jurnalis Muda”. Acara ini merupakan rangkaian open recruitment LPM Edents yang dimulai sejak 8 September 2017. Rangkaian oprec tersebut terdiri dari tes tertulis, wawancara, dan pembuatan majalah semu. Tujuan dari PJTD ialah untuk pembekalan para calon Edentser baru dalam pembuatan majalah semu. Bertempat di ruang E.A.304 FEB, Universitas Diponegoro, PJTD kali ini menghadirkan tiga pembicara dari Mantan Edents.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari ketua panitia, Nadia Shafira dan Pemimpin Umum LPM Edents, Adevyo Reza. Kemudian langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi dari ketiga pembicara. Mereka adalah Ariska Nurfajar Rini, Nur Wahidin, dan Akbar Sih Pambudhi. Adapun materi yang disampaikan yaitu dasar-dasar jurnalistik, etika redaksional, dan keartistikan.

Ariska, Pemimpin Artistik 2014, memaparkan materi keartistikan. Salah satu tugas artistik ialah layouting. Ia mengungkapkan bahwa artistik berhak memotong tulisan apabila layoutnya sudah tidak cukup lagi. Namun hal itu harus dikonfirmasi dan mendapat persetujuan dari redaksi. Selain itu, sebagai seorang artistik harus memiliki kreativitas dan detail agar desain yang dibuat sesuai standar. Tidak hanya itu, sikap pantang menyerah dan perfeksionis juga diperlukan. Gambar atau foto pun menjadi pelengkap sebuah berita. “Fungsi gambar atau foto adalah sebagai penjelas tulisan,” ungkapnya. Pemaparan materi diakhiri dengan tanya jawab dan quiz menggunakan aplikasi Kahoot.it.

Kemudian dilanjutkan materi kedua yaitu etika keredaksian. Nur Wahidin, Pemimpin Redaksi 2016, menjelaskan tentang metode penggalian data dan teknik pembuatan berita. Ia mengatakan bahwa sebuh berita harus jujur, memenuhi unsur keseimbangan, dan tidak menganalisis dari satu sudut pandang saja. Sehingga berita tidak mengakibatkan penggiringan opini publik. Sedangkan Akbar, Pemimpin Umum LPM Edents 2016, menekankan bahwa sebagai jurnalis harus mengutamakan kebenaran. “Jangan pernah membenarkan semua berita sebelum melihat kebenarannya sendiri,” ungkapnnya. Ia juga berbagi pengalaman dan memberikan tips untuk menjadi seorang jurnalis sejati.

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peserta yang aktif bertanya selama pemaparan materi. Kurnia selaku peserta mengungkapkan bahwa ia senang dengan acara ini. Sebelumnya ia tidak tahu tentang jurnalistik, namu kini menjadi lebih tahu. Banyak harapan yang tercurah di acara ini. Nadia berharap bahwa materi yang telah disampaikan dapat menjadi modal untuk calon Edentser dalam pembuatan majalah semu nanti. Sedangkan Kurnia berharap PJTD dapat menjadi pelajaran penting untuk langkah selanjutnya. “Semoga dengan bekal ini, Saya bisa bergabung dengan LPM Edents,” ucapnya.

Reporter : Ayu Wuland

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *