Public Hearing 1 Bahas Isu Seputar Sekolah Vokasi

20170421212048

FEB Undip (20/4) – Senat Mahasiswa FEB Universitas Diponegoro menyelenggarakan Public Hearing 1 di Gedung Serbaguna, Magister Akuntansi Pleburan. Acara ini merupakan sarana untuk menjembatani mahasiswa dengan Dekan FEB Undip. Pada Public Hearing 1 kali ini membahas mengenai pendirian Sekolah Vokasi. Sekolah tersebut terdiri dari 4 departemen dengan 21 program studi dan 5.853 mahasiswa. Anis Chariri selaku Wakil Dekan 1 FEB Undip dan Agus Purwanto selaku Wakil Dekan II Sekolah Vokasi Undip hadir sebagai pembicara.

Aulia Pradipta Prambandaru, Ketua SM FEB Undip, memimpin jalannya diskusi Public Hearing 1. Dalam pembahasan tersebut mengulas isu-isu yang beredar dikalangan mahasiswa. Adapun isu tersebut ialah masalah administrasi kemahasiswaan, sistem pendidikan dan organisasi kemahasiswaan.

Administrasi kemahasiswaan mahasiswa lama D3 masih berada di bawah naungan FEB Undip. Sedangkan untuk mahasiswa baru tahun 2017 sudah berada di bawah naungan Sekolah Vokasi Undip. Terkait dengan lomba, mahasiswa D3 tetap diperbolehkan menjadi tim inti bersama dengan mahasiswa S1.

Sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Vokasi Undip mengadopsi dari Jerman. Sekolah Vokasi lebih fokus dalam menciptakan tenaga ahli. Oleh karena itu, kurikulum yang dipakai berbeda dari sebelumnya. Kurikulum baru ini akan diterapkan tahun depan. Dosen Sekolah Vokasi pun berbeda dengan dosen S1.

Selanjutnya isu yang beredar adalah mahasiswa vokasi tidak lagi diperkenankan mengikuti UPK. Namun isu tersebut disanggah oleh Anis. “Sepanjang vokasi belum siap, kami masih mau menangani ormawa. Jadi kami nggak lepas tangan. Tapi kalau sudah siap, saya sih nggak masalah,” ujarnya. Agus menegaskan bahwa dengan berdirinya Sekolah Vokasi ini jangan sampai membuat mahasiswa terkotak-kotak. Ia berharap agar mahasiswa D3 memaksimalkan ormawa yang ada di vokasi. Namun jika memang tetap mau di fakultas, hal itu diperbolehkan.

Femi, Mahasiswa D3 Akuntansi, mengatakan bahwa acara ini merupakan jawaban atas kebingungan mahasiswa tentang isu-isu yang beredar. Jawaban yang ada bukan lagi opini, tapi fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. “Saya berharap agar sekolah vokasi dapat madiri dan terus berkembang.” ujarnya.

Reporter : Mila, Ayu

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *