Public Hearing, SM FEB Bahas Sarana dan Prasarana Kampus

PicsArt_03-29-10.35.07FEB Undip (29/3) – Senat Mahasiswa (SM) FEB Undip kembali mengadakan Public Hearing di Hall Gedung C pada pukul 14.00 WIB. Menghadirkan Wahyu Meiranto selaku Pembantu Dekan II, Moh. Jaiz sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, serta Kasubbag UPA yaitu Darmawan, acara ini membahas tentang sarana dan prasarana di tingkat fakultas.

Berkesempatan sebagai pemapar pertama, Wahyu Meiranto menjelaskan kondisi sarana dan prasarana kampus di FEB Pleburan dan Tembalang. Menurutnya, pembangunan kampus Pleburan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. “Perpustakaan sudah tersentral, D3 memakai gedung ekstensi dan kita (FEB -red) yang pertama kali mengajukan. Tahun ini ruang seminar di D3 yang sudah kuno, akan direnovasi pada bulan Oktober,” jelasnya. Sementara untuk kampus Tembalang, pembangunan akan difokuskan pada gedung Kewirausahaan. “Walau gedung KWU menjadi fokus utama, gedung-gedung lain tetap diperhatikan. Besok (Rabu (30/3) -red) ada rencana akan mengumpulkan koordinator gedung untuk  menginventarisir lagi,” terangnya. Wahyu juga mengatakan bahwa akan menertibkan mobil mahasiswa yang parkir di sepanjang jalan menuju gerbang Dekanat.

Materi kedua disampaikan oleh Moh. Jaiz yang membahas tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Alhamdulillah kita sudah tujuh tahun menjadi nomor satu terkait K3 di Undip. Jadi kita menghimbau kepada mahasiswa untuk menjaga dan merawat lingkungan, terutama bagi yang merokok,” jelasnya. Berikutnya, pemaparan oleh Darmawan terkait komunikasi mahasiswa dengan karyawan/dosen yang diharapkan bisa lebih saling menghormati dan “memanusiakan”.

Acara yang dimoderatori oleh Satrio B. Haryanto selaku Wakil Ketua SM FEB Undip ini berlangsung interaktif. Hal ini terbukti saat sesi tanya jawab terdapat tujuh peserta yang mengajukan pertanyaan. Misalnya Faisal Zahruddin yang menanyakan alur peminjaman Gedung Kewirausahaan untuk Ormawa. Menurut Wahyu, peminjaman Gedung Kewirausahaan belum dapat dilakukan karena minimnya fasilitas yang tersedia untuk saat ini. “Jika gedung KWU nanti sudah benar-benar jadi, maka silakan. Tapi ingat, gedung KWU oleh Pembantu Rektor 3 diprogramkan akan dipakai oleh Universitas juga,” jelasnya.

Terkait pemanfaatan inventaris seperti TV, laboratorium manajemen, ruang inkubator bisnis, dan sepeda yang dinilai kurang maksimal, Wahyu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan wewenang Pembantu Dekan IV. “Kami hanya sekedar mengurusi peminjaman ruangan, dsb. Masalah pemanfaatan adalah dari bidang 4 yang membawahi kemahasiswaan. Untuk sepeda, silakan pinjam dengan cara naruh Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) di dekanat. Nanti akan disediakan kompresor juga,” ujar Wahyu.

Reporter : Niki Agni

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *