Raih Skor 387, Manajemen Adakan Tasyakuran

“Kita syukuran untuk  terakreditasinya manajemen dengan naiknya  begitu pesat sekitar 20 lebih skornya dan itu memang yang terbaik yang kita capai selama ini yaitu 387…” – Mudiantono (Penanggung Jawab Acara Tasyakuran)

FEB Undip (17/11) – Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menggelar tasyakuran atas diraihnya akreditasi nilai A tanpa visitasi dengan skor 387. Acara yang digelar di selasar gedung A lantai dua ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan doa, sambutan, pemotongan tumpeng, penyerahan cenderamata serta makan siang bersama yang disertai dengan hiburan. Tak berhenti sampai disitu, acara yang turut dimeriahkan oleh Economic Voice ini kemudian dilanjutkan dengan lomba memancing yang diadakan di kolam depan FEB.

 “Kita syukuran untuk  terakreditasinya manajemen dengan naiknya  begitu pesat sekitar 20 lebih skornya dan itu memang yang terbaik yang kita capai selama ini yaitu 387,” ungkap Mudiantono, selaku penanggung jawab acara tasyakuran. Ia pun menjelaskan bahwa kenaikan skor sekitar 20 poin ini diperoleh jurusan manajemen tanpa adanya visitasi. Penilaian hanya dilakukan dari pengisian blangko yang bernama borang berdasarkan keadaan sebenarnya yang ada di manajemen. Pencapaian skor 387 dari skor maksimal 400 ini, dapat dibuktikan dengan benar, sehingga pihak penilai percaya dan tidak mengunjungi langsung untuk melakukan penilaian.

 Acara yang diselenggarakan secara mandiri ini mendapatkan dana sepenuhnya dari iuran para dosen secara sukarela. Sumbangan yang diberikan antara lain berupa souvenir untuk para karyawan dan dosen senior, serta dalam bentuk makanan dan minuman untuk jamuan makan siang. Dihadirkannya para dosen senior menyiratkan rasa terima kasih karena atas bimbingan mereka, jurusan manajemen FEB Undip dapat menuai prestasinya tahun ini. Selain itu, para dosen pun melakukan iuran untuk bakti sosial yang diberikan kepada para karyawan, terutama karyawan yang masih kontrak di FEB Undip.

Beberapa hambatan pun ditemui oleh Mudiantono, salah satunya ialah waktu penyelenggaraan acara yang bersamaan dengan jam kuliah. Hal ini lantas disiasati dengan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa untuk pengadaan jam kuliah yang tidak full. (gt)

 Reporter: Dara, Galuh

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *