Rumah Generasi Mandiri, Solusi Pendidikan Entrepreneurship Sejak Dini

Rumah Generasi Mandiri, Solusi Pendidikan Entrepreneurship Sejak Dini

Lima mahasiswa Undip, Lila Kondi Dabutar (FEB), Maftuh Rahmah (FEB), Dewi Yulia (F. Psikologi), Ayu Kurnia (F. Psikologi), dan Wahyu Purnomo (F. Hukum) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pendidikan entrepreneurship. Kegiatan ini  (pengabdian masyarakat-red) merupakan implementasi dari hibah PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat) yang didanai oleh DIKTI. Kegiatan yang diberi nama Rumah Generasi Mandiri (RGM) ini merupakan kegiatan Education in Fun Learning yang dapat mengenalkan dasar-dasar entrepreneurship dan menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi siswa sekolah dasar.

Menurut Lila Kondi Dabutar, ketua pelaksana RGM, mengenalkan dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship sejak dini merupakan hal yang penting. Hal tersebut berguna untuk mendorong generasi muda agar menjadi pengusaha, mengingat kedepannya Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha yang dapat meningkatkan daya saing dan perekonomian bangsa. “Jumlah wirausaha di Indonesia hanya 1,56% dari total jumlah penduduk. Jauh tertinggal oleh negara tetangga seperti Malaysia yang mencapai angka 4% dan Singapura yang mampu mencapai angka 7,2%. Oleh karena itu, di Indonesia pendidikan entrepreneurship harus diadakan sejak dini,” ujar Lila. “Sekarang masalahnya adalah pendidikan formal di tingkat sekolah dasar belum menampung pendidikan entrepreneurship. Dari permasalahan itu kita mencoba memberikan solusi yang kreatif dan inovatif dalam bentuk desain metode pendidikan entrepreneurship yang aplikatif bagi siswa sekolah dasar,”
lanjutnya.

Sasaran kegiatan RGM adalah siswa kelas tiga SDN Pedalangan 2, Banyumanik, Kota Semarang. RGM dilaksanakan selama tiga bulan yakni dari bulan Maret hingga Juni 2015. RGM memiliki empat kegiatan inti, yaitu pembelajaran matematika keuangan, pengenalan transaksi islami, pembuatan karya bernilai ekonomi, serta ditutup dengan ekspo produk karya siswa yang dibuat selama kegiatan. Setiap kegiatan RGM dikemas secara fun learning. Konsep ini merupakan penggabungan antara kegiatan bermain, belajar, berkreasi, serta berkarya.

Salah satu peserta RGM, Tanaya Fadhil D mengatakan bahwa ia merasa senang dengan model pembelajaran dari setiap kegiatan yang dilakukan. “Kegiatannya menyenangkan, kita bisa belajar sambil bermain. Selain itu diajari pula cara berkreasi, membuat karya-karya yang dapat dijual. Kita juga diajari cara menabung dengan menggunakan uang mainan, diperkenalkan tentang produk halal, dan yang paling seru adalah kegiatan eksponya, kita diajak bermain jual beli dengan bapak ibu guru,” ungkap Tanaya. Kepala SDN Pedalangan 2, Rumiati sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Undip. “Kegiatan Rumah Generasi Mandiri menurut saya sangat baik, anak-anak dapat mengenal entrepreneurship, juga dapat membuat produk dari bahan bahan sederhana menjadi karya yang menarik dan bernilai ekonomi. Sangat bermanfaat bagi siswa-siswi yang mengikutinya,” tuturnya.

Kedepannya tim pelaksana RGM berencana untuk melakukan penyempurnaan buku panduan guru yang telah dibuat, agar kegiatan RGM dapat berlanjut ditahun-tahun berikutnya. Selain itu, tim pelaksana RGM juga berharap dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Semarang sehingga kegiatan RGM dapat diterapkan di semua SD se-Kota Semarang. “Kami telah membuat buku panduan tentang kegiatan RGM, didalamnya juga memuat materi-materi yang harus disampaikan. Meski membutuhkan penyempurnaan,  tapi kami yakin buku ini dapat dengan mudah diaplikasikan dalam pembelajaran. Kami juga berencana bekerja sama dengan Dispendik Kota Semarang agar kegiatan RGM ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain,” tutup Lila. (gt)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *