Sah! Amir-Putra Resmi jadi Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB 2018

FEB Undip (21/11) – Rangkaian Pemilihan Raya Tingkat Fakultas (Pemiltas) telah mencapai babak akhir. Penetapan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB Undip terpilih, Amir Lestanto dan Wahyu Ari Putra Pratama, menjadi penutup rangkaian acara Pemiltas tahun ini. Usai melewati proses yang sangat panjang, akhirnya keduanya keluar sebagai jawara dalam Pemiltas kali ini setelah unggul pasangan Irfan-Sugeng dan Naufal-Farhan. Panitia Pemilihan (Panlih) pun telah melaksanakan acara penetapan Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB 2018, di Dome FEB yang dihadiri oleh Ketua BEM FEB 2017, ketua Panlih, dan segenap mahasiswa FEB.

Amir mengutarakan perasaannya yang campur aduk karena ia merasa puas usaha yang sudah dilakukan beberapa minggu terkahir membuahkan hasil. “Kita harus mempersiapkan segala hal, dari kabinet, mulai dari open recruitment, jadi kita harus gerak cepat lah, dan itu yang sedikit membuat kita bingung, sedih, susah gitu”, tukas Amir. Senada dengan yang diungkapkan Amir, Putra selaku wakil ketua terpilih juga merasakan hal yang sama. Dirinya sedikit mengungkapkan cerita ibunya yang bermimpi bahwa ia berjalan lalu jatuh, yang diartikan olehnya bahwa ia akan kalah dalam Pemiltas tahun ini. Namun yang terjadi berbeda, dirinya justru terpilih sebagai Wakil Ketua BEM FEB Undip 2018.

Amir dan Putra sendiri sudah memiliki rencana ke depan apa yang akan mereka lakukan untuk kepengurusan BEM FEB Undip tahun depan. Dalam 3-4 hari ke depan, kabinet baru BEM FEB Undip akan sesegera mungkin dibentuk. Dirinya juga menegaskan bahwa transisi dan komunikasi dengan BEM sebelumnya merupakan hal yang penting, mengingat keperluan informasi untuk menjalankan roda kepengurusan setahun ke depan. Putra menambahkan bahwa akan diadakan open recruitment bagi Kepala Divisi (Kadiv) yang dibarengi dengan penjaringan staf baru. “Karena BEM milik seluruh masyarakat FEB, bukan BEM itu sendiri”, tambah Amir.

Pasangan ketua dan wakil ketua  BEM FEB terpilih ini mengungkapkan harapannya agar tidak ada perpecahan pada mahasiswa FEB setelah perbedaan preferensi calon pemimpin. Amir berharap mahasiswa FEB bersama-sama turut membangun FEB agar menjadi lebih baik lagi. “Walaupun kemarin kita saling bersebrangan, tapi bukan dijadikan arti sebagai halangan, mari kita bersama-sama membangun FEB, menjadikan FEB yang sekarang sudah baik ini menjadi semakin baik lagi dengan partisipasi dan kerja sama dari semua elemen dan kalangan mahasiswa di FEB”, ungkap Amir. Putra menambahkan agar mahasiswa FEB terus mendukung BEM FEB setahun ke depan, karena pihaknya memiliki tujuan yang baik untuk FEB yang lebih baik lagi. “Seperti yang aku sampaikan tadi, terkadang ketenangan lebih berbahaya dari perang dan adu gagasan yang membuat kita lebih terjaga. Harapannya perang dan adu gagasan kemarin bisa terjaga, karena aku menyadari bahwa pasti banyak perbedaan pendapat tapi harus ada satu tujuan juga”, tutup Putra

Reporter : Dirga Ardian Nugroho

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *