Seminar Filsafat Ekonomi dan Bisnis, Berpikir secara Sistematis dan Kritis

FEB Undip (19/3) – Seminar Filsafat Ekonomi dan Bisnis diadakan guna mendukung rangkaian acara Dies Natalis FEB Undip ke-55. Acara diselenggarakan di Hall Gedung C FEB Undip dan dimulai pada pukul 09.15 WIB. Hadi Sasana selaku ketua panitia Dies Natalis berkesempatan membuka acara yang dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai civitas mahasiswa ini. Seminar menghadirkan beberapa pembicara yaitu, B. Herry Priono dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Denni Puspa Purbasari dari FEB UGM, serta FX Sugianto dan Augusty Ferdinand yang merupakan guru besar FEB Undip.

Herry Priono menyampaikan tulisannya berjudul “Homo Economicus” yang menjelaskan bahwa filsafat pemikiran ekonomi bersumber dari pemikiran manusia itu sendiri. Herry juga mengkaji aliran-aliran filsafat ilmu, pengaruhnya terhadap ilmu ekonomi, dan mengapa manusia memerankan peran sentral dalam ilmu ekonomi. Sementara itu, Denni Puspa Pusbasari memaparkan Refleksi atas Pendidikan Ilmu Ekonomi yang dibagi ke dalam tiga bagian yakni Epistomologi Ilmu Ekonomi, Reflesi atas Pembelajaran di Kelas, dan terakhir Aksiologi dan Peran Ekonom Indonesia. “Menerima infomasi harus dengan sikap intelektual, dialektika harus ada,” ujar Denni.

Selanjutnya, FX Sugiyanto memaparkan papernya yang berjudul “Ilmu Ekonomi Menghadapi Tantangan Relevansi”. Paper ini berisi mengenai Ilmu Ekonomi dan Keadilan, serta prinsip Efisiensi Berkeadilan. FX Sugiyanto mengangkat masalah kemiskinan beserta tindakan dan kebijakan dasarnya. Lain halnya dengan Augusty Ferdinand yang menjelaskan mengenai Konstruksi Filsafat dalam Riset Ilmu Manajemen. Menurutnya, esensi filsafat dan berpikir filosofi menjadi sangat penting dalam riset dan pengembangan ilmu manajemen karena keampuhannya untuk berpikir secara sistematis dan kritis untuk memperoleh kabenaran hakiki atas setiap isu yang dihadapi. Hal tersebut selaras dengan seorang ilmuwan manajemen yang menyatakan bahwa penyelesaian atas segala bentuk ketidakberesan jangan hanya berfokus pada pembelajaran horizontal karena akan menyeret kita masuk ke dalam belantara tidak berujung. Setelah berpetualang horizontal, mulailah dengan pembelajaran vertikal untuk menggali esensi yang lebih dalam atas konsep yang kita minati.

Setelah masing-masing pembicara menyampaikan pendapatnya selama 30 menit, acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaaan yang diajukan oleh perwakilan mahasiswa, petani, dan dosen. Seminar Filsafat Ekonomi dan Bisnis diakhiri dengan serah terima plakat kepada masing-masing pembicara pada pukul 12.40 WIB. (gt)

Reporter: Dicha, Nabilla

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *