Seminar Nasional Defest 2016 : Optimalkan Kedaulatan Maritim Indonesia

52168

Semarang (29/10) – BEM FEB Undip kembali meneggelar Diponegoro Economic Festival (DEFEST). Pada tahun ini, Defest mengusung tema Optimalisasi Kedaulatan Maritim Menuju Perekonomian Indonesia Yang Berdaya Saing. Bertempat di Grahdhika Bhakti Praja, seminar ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah pukul 08.00. Seminar ini dipandu oleh Muhammad Gustiasa selaku Mawapres 1 Undip.

Seminari dibagi menjadi 2 sesi dimana sesi pertama diisi oleh 3 pembicara. Pembicara pertama yaitu Jaka Aminata selaku Akademisi FEB Undip. Jaka menjelaskan bahwa peran akademisi dalam sumber daya manusia sangat penting. Dengan adanya sumber daya manusia yang baik, Indonesia akan jauh lebih makmur.

Selanjutnya, dilanjutkan oleh pembicara kedua yakni  Riza Damanik selaku Tenaga Ahli Utama Staff Presiden RI. Di sini Riza memaparkan bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan yang besar. Oleh karena itu, Indonesia harus menjadi poros maritim dunia yang dikuatkan oleh beberapa pilar yaitu, budaya maritim, diplomasi maritim, pertahanan maritim, sumber daya alam maritim, dan konektivitas maritim.

Pembicara ketiga merupakan Erry Akbar Panggabean selaku General Manager Pelindo III. Erry menjelaskan posisi Indonesia berada di jantung perdagangan dunia sebab 70% arus peti kemas melalui lautan yang berada di Asia. Namun, infrastruktur dan peralatan perdagangan jalur laut masih kurang. “Sehingga waktu tunggu kapal yang masih lama dan tarif pelabuhan yang tinggi menjadi masalah utama perdagangan jalur laut,” ungkap Erry.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pembicara keempat yakni Mahmud dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yang menjelaskan kondisi perikanan Indonesia saat ini serta kebijakan yang didukung oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, Mahmud juga menambahkan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan mengusung tiga pilar dalam menjalankan kebijakannya yaitu kedaulatan, keberlangsungan, dan kesejahteraan.

Pembicara terakhir yaitu I Made Andi Arsana selaku Peneliti Aspek Geodesi Hukum Laut membahas tentang isu batas maritim Indonesia. I Made menjelaskan bahwa United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) membuat Indonesia mempunyai batas laut yang lebih luas dari sebelumnya. “United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) Hukum yang mengatur laut dunia itu adalah kontribusi Indonesia juga pada tahun 1982,” tuturnya.

Peserta dalam seminar ini juga bukan hanya dari ruang lingkup Undip saja, tetapi dari Mahasiswa Universitas lain. “Bagus seminarnya, soalnya udah ngomongin bidang maritim. Bagaimana cara Indonesia berdaulat dalam maritim. Pembicaranya juga bagus.” ungkap Kiendy Sunarto, mahasiswa Teknik Sipil 2014 Universitas Indonesia. Acara berakhir pukul 14.00.

Reporter : Farah Nofri, Sekar Anggit

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *