Seminar Nasional DESIGN 2018: Kembangkan Pariwisata Indonesia

FEB UNDIP (13/10) – Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (KESMES), tahun ini kembali menggelar Seminar Nasional “Diponegoro Economic Social General Discussion (DESIGN)” yang bertempat di gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB Undip. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seminar kali ini merupakan bagian dari serangkaian acara DESIGN 2018 yang dimulai dari Live In (pengabdian masyarakat), Kinetik (Nasional Essay Competition), Bincang Seru (Diskusi Publik), dan puncak acaranya yaitu Seminar Nasional. Menurut Gifari selaku Ketua Panitia DESIGN 2018, tujuan diadakannya ialah agar masalah-masalah yang ditemui dari rangkaian acara yang telah terlaksana bisa dibahas lebih dalam pada saat seminar nasional bersama pembicara yang kompeten. “Ini acara tahunan, dan ini merupakan dari rangakaian acara, ada Live In, Kinetik, Bincang Seru, tujuannya biar masalah-masalah dari rangkaian acara yang telah dilakukan dan ditemukan bisa dibahas lebih dalam di acara ini oleh pembicara yang kompeten,” ungkap Gifari.

Acara DESIGN 2018 mengangkat tema “Optimalisasi Pariwisata Indonesia sebagai Penggerak Perekonomian Nasional dalam Era Modernisasi”. Latar belakang terpilihnya tema tersebut yaitu karena semakin banyaknya tempat wisata yang ada di Indonesia, yang dirasa memiliki potensi untuk berkontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Untuk membahas lebih dalam mengenai optimalisasi pariwisata Indonesia, KESMES mendatangkan pembicara-pembicara handal sesuai dengan tema yang diangkat. Pembicara pertama yaitu Heru Isnawan. Heru merupakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Jawa Tengah. Menurut Heru, pariwisata saat ini sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup bagi seseorang. Sehingga setiap orang sesekali akan merasa butuh untuk pergi ke tempat wisata.

Pembicara kedua yaitu  I Gusti Ngurah Anom atau yang kerap dipanggil Ajik Krisna. Beliau merupakan Owner of Krisna Holding Company, perusahaan oleh-oleh terbesar dan terlengkap di Bali. Ajik Krisna meraih semua kesuksesan yang ia dapat saat ini tidak dengan instan, tetapi dengan usaha kerja keras dan pantang menyerah. Ajik bercerita bahwa ia memulai bisnis oleh-oleh Krisna dari nol. Ajik dulu merupakan orang tidak mampu, orang tuanya hanyalah petani dan tidak sanggup membiayai sekolah Ajik, sehingga Ajik terpaksa berhenti sekolah ketika Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat Ajik untuk berusaha dan bekerja keras, sehingga ia mampu meraih kesuksesan seperti saat ini. Menurut Ajik berbisnis di bidang pariwisata merupakan hal yang menjanjikan, karena pariwisata di Indonesia tidak ada habisnya. Setiap orang yang berwisata di suatu tempat tentulah ia akan mencari tempat oleh-oleh, karena melihat peluang bisnis itulah Ajik memiliki keyakinan untuk membuka toko oleh-oleh. Saat ini Ajik telah berhasil mengembangkan bisnisnya, tidak hanya di bidang oleh-oleh, tetapi juga sudah merambah di bisnis tempat wisata. Ajik berhasil membangun tiga wisata air yaitu Krisna Water Sport, Krisna Beach Street, dan Krisna Adventure. Selain itu toko oleh-oleh Krisna juga sudah mulai membuka cabang di kota-kota lain seperti Jakarta dan Surabaya, dan berencana untuk membuka cabang di kota-kota seluruh Indonesia.

Adinda Thomas yang menjadi pembicara ketiga sekaligus terakhir dalam seminar nasional DESIGN 2018. Ia seorang adalah influencer, YouTuber, dan seorang artis. Adinda yang memiliki hobi travelling ini berusaha untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia melalui akun media sosialnya seperti Instagram dan Youtube. Menurut Adinda dengan kita membagikan pengalaman-pengalaman kita saat berwisata ke tempat-tempat wisata indah di Indonesia, maka akan membuat orang lain penasaran dan tertarik untuk pergi ke tempat wisata tersebut. Begitulah cara Adinda untuk membantu mengembangkan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia.

Dengan tiga orang pembicara tadi tentulah membuat para peserta berantusias untuk mengikuti Seminar Nasional DESIGN 2018, salah satunya yaitu Syadilla Dharayu Marista, mahasiswi Departemen Ilmu Ekonomi dan Stdui Pembangunan (IESP) angkatan 2017. Ia mengaku tertarik dengan tema yang diangkat dalam Seminar Nasional DESIGN 2018 ini, sehingga ia meluangkan waktunya untuk mengikuti seminar nasional dari awal hingga akhir. “Selain ingin mengisi waktu luang, saya juga tertarik dengan isi seminar yang membahas tentang pariwisata. Maka dari itu saya ingin tau lebih dalam tentang pariwisata khususnya di Indonesia, serta bagaiamana pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia”. Menurut Dilla, secara keseluruhan acara ini sudah bagus, acaranya cukup kondusif dan pembicaranya menyenangkan. Dilla berharap semoga ke depannya terus ada setiap tahunnya dengan tema-tema yang menarik dan mengedukasi. “Acaranya cukup kondusif, pembicara juga menyenangkan. Harapannya semoga acaranya terus ada sampai seterusnya, dengan tema-tema yang menarik, tema yang mengedukasi orang-orang,” tutupnya.

Reporter: Jessica, Diana.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *