Seminar Nasional Effect Bahas Strategi dalam Menghadapi Disruptive Business Environment

Semarang (22/9) – Bertempat di Hotel Grasia Semarang, Economic Finance Study Club (Ecofinsc) menggelar Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Strategi Sektor Keuangan Indonesia dalam Menghadai Disruptive Business Environment”. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Economic Finance Fabulous Project (Effect). Ini merupakan kali kelima Ecofinsc mengadakan acara Effect.

Acara dimulai dengan penyayian lagu Indonesia Raya dan Mars Undip, lalu diteruskan dengan hiburan dari paduan suara Economic Voice (EV), dan juga sambutan-sambutan. Seminar ini dimoderatori secara langsung oleh Dazeninda Vrilla Vaditra, News Presenter Liputan 6 SCTV.

Juli Budi Winantya, pembicara dari Bank Indonesia, menjelaskan tentang Pandangan Bank Indonnesia terhadap ekonomi global. Dirinya menjelaskan berbagai macam peristiwa di luar negeri yang dapat mempengaruhi sistem stabilitas keuangan di Indonesia. “Ada faktor sentimen yang mempengaruhi di luar negeri,” ujar Juli. Indonesia memiliki target jangka menengah di kisaran 3% untuk kurs dollar. Tiga tahun terakhir ada di kisaran target, namun bila dibandingkan dengan negara lain relatif tinggi. Pergerakan rupiah mengalami depresiasi akibat dollar menguat di seluruh negara di dunia pada kisaran angka 8-9%.

Cyrillus Harinowo, Komisaris Independen BCA, menyebutkan bahwa adanya kemajuan teknologi dalam dunia perbankan membuat munculnya peralihan tenaga kerja dalam bank itu sendiri. “Kini kita sudah mulai mengurangi teller, tapi mereka kita alihkan untuk memperkuat sektor marketing dari perbankan”. Dengan perubahan cepat yang terjadi dunia perbankan, setiap bank harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di masa kini.

Ceriandri Widuri, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan PUKM Jamkrindo. Sejak 2004, jumlah yang menerima bantuan dari Jamkrindo ada sekitar 5 juta UMKM. Terdapat indikator tertentu bagi sebuah usaha untuk mendapatkan pinjaman berdasarkan analisa kelayakan. Distrupsi yang dihadapi saat ini harus diantisipasi dengan mengikuti perubahan di era sekarang.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang bagaimana memecahkan masalah keuangan dengan teknologi yang dihadapi oleh milenial di zaman sekarang oleh Melvin Mumpuni selaku CEO Finansialku. Melalui aplikasi Finansialku, Melvin menjelaskan berbagai macam kegiatan keuangan yang dapat dilakukan oleh software tersebut seperti perencanaan keuangan, investasi, dan lain-lain. “Milenial itu memiliki beberapa masalah di bidang finansial seperti anggaran, investasi, utang, dan financial planning”.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang Define 2018. 86,08 – Undip Juara Harapan. 86,25 – UGM Juara 3. 87,16 – UGM Juara 2. 87,52 – UI Juara 1.

Dhinar Tri Isti Wulan, salah satu peserta Seminar Nasional Effect, mengemukakan bahwa keinginan dirinya untuk hadri dalam acara ini adalah karena tema yang diangkat cukup menarik. “Karena tema yang mereka usung cukup menarik terutama bagi mahasiswa ekonomi pada khususnya,” ujar Dhinar. Ia menilai acara ini dikemas dengan cukup baik dan mampu memberikan manfaar bagi peserta yang mengikutinya. Dhinar cukup menyayangkan ketepatan waktu acara yang kurang baik. “Mungkin dari segi ketepatan waktu harus lebih diperhatikan, karena acara dimulai lebih lama dari yang dijadwalkan”. Dirinya juga berharap agar Effect bisa semakin sukses ke depannya.

Reporter: Dirga, Wakhidatun.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *