Seminar Pasar Modal : Investasi Sejak Dini, Bantu Perekonomian Negeri

PhotoGrid_1488986546524[1]

FEB Undip (8/3) – Dalam rangka dies natalis ke-57, FEB Undip bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) menyelenggarakan seminar dan talkshow mengenai pasar modal. Berjasama dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seminar ini mengangkat tema “Pasar Modal sebagai Pilihan Investasi“. Dimulai pukul 08.30, seminar ini menghadirkan praktisi ahli di bidang pasar modal, diantaranya yaitu Farhan Nugroho (Kepala Bagian Pengaturan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal); Yahuda Nawa Yanukresna (Branch Manager Danareksa Sekuritas JogLo Semar); Prof.Dr.H. Sugeng Wahyudi M.M (Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis) dan Ryan Filbert (Entrepreneur dan Penulis buku pasar modal).

Seminar yang bertempat di Hall Gedung C ini dipandu oleh Fanny Rifqi selaku kepala KP BEI Semarang. Seminar ini membahas gambaran umum mengenai pasar modal. Selain bertujuan untuk melakukan sosialisasi serta edukasi pasar modal terpadu, pihak OJK berharap melalui seminar ini akan menambah minat mahasiswa Undip khususnya FEB terhadap investasi di pasar modal. Karena berdasarkan survei sepuluh tahun terakhir, minat investasi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Penyampaian materi diawali dengan pembahasan mengenai pengawasan lembaga dan profesi penunjang pasar modal atau gambaran umum mengenai pasar modal yang disampaikan oleh Farhan Nugroho. Dilanjutkan dengan materi mengenai informasi danareksa yang ada di Indonesia oleh Yahuda Nawa Yanukresna serta gambaran perekonomian Indonesia bila dikaitkan dengan investasi di pasar modal pada masa sekarang oleh Sugeng Wahyudi. Penyampaian materi oleh Ryan Filbert mengenai investasi yang mudah dan menyenangkan menarik minat mahasiswa. Beliau memberikan informasi mengenai bagaimana cara berinvestasi mulai dari awal serta memotivasi untuk mulai berinvestasi sejak muda.

Putra Pratama, selaku ketua panitia seminar menuturkan bahwa terdapat kendala dalam penyelenggaraan acara tersebut. Kendala waktu yang hanya terbatas dua minggu dalam persiapan penyelenggaraan menjadi salah satunya. Kurangnya koordinasi antar panitia merupakan hambatan yang dapat dirasakan akibat keterbatasan waktu persiapan.

Terlepas dari kendala yang ada, acara ini cukup berjalan dengan lancar dan sukses. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu peserta seminar, Puspa Rezky Dina mahasiswi IESP 2016. “Acaranya bagus dan sukses. Ilmu yang disampaikan juga ngena dan bermanfaat” ungkap Puspa.

Reporter :Arvita Kusuma, Julian Karinena

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *