Seminar Serial Pemikiran Islam Oleh Prodi Ekonomi Islam

FEB Undip (17/9) – Bertempat di Hall Gedung C, Program Studi Ekonomi Islam adakan Seminar Serial Pemikiran Islam dengan mengusung tema “Filosofi Pemikiran Islam”. Darwanto, Ketua Prodi Ekonomi Islam, membuka acara tersebut pada pukul 09.15 WIB. Tujuan dari seminar ini untuk memperkuat landasan filosofis bagi mahasiswa FEB Undip dan khususnya bagi mahasiswa jurusan Ekonomi Islam, sehingga memiliki landasan berpikir yang kuat terkait dengan pemikiran Islam dan Ekonomi Islam.

Seminar akan diselenggarakan secara berkesinambungan, yakni sebanyak dua belas kali selama setahun dengan mendatangkan pembicara yang berbeda. Tema “Filosofi Pemikiran Islam” dipilih sebagai landasan dasar Ekonomi Islam yang kemudian mengerucut menjadi permasalahan ekonomi.

Pembicara pada seminar perdana ini adalah Adian Husaini. Adian menjelaskan tentang Tantangan Kontemporer dan Solusinya. Menurutnya, yang menjadi masalah saat ini adalah tantangan modernitas yang sama dengan relativisme. Adian mengatakan bahwa orang yang sekuler itu melepaskan dimensi, sedangkan orang Islam tidak boleh sekuler meskipun aturannya sekuler. Kemudian orang yang tidak sekuler memiliki sikap empiris, rasional, dan wahyu (kabar baik) yang berasal dari kehendak Allah SWT. Ia juga menjelaskan tentang konsep pembangunan dari segi ekonomi yang terbagi menjadi tiga yaitu primer, sekunder, dan tersier. Konsep ekonomi primer adalah sandang (pakaian), pangan (makanan dan minuman), dan papan (tempat tinggal). Sedangkan dalam Islam, kebutuhan primer adalah ibadah. Sementara yang menjadi isu dalam Islam adalah agama bukan sumber ilmu. Agama merupakan urusan personal dengan Tuhan yang bukan menjadi solusi melainkan rasio dan konsensus, serta memandang manusia dengan derajat yang sama apapun keyakinannya.

Sebagai ketua panitia, Ariza Fuadi berharap, “Tetap terus berkelanjutan, tidak hanya ini karena rencananya setiap satu bulan sekali kecuali masa-masa liburan off dan lanjut saat masa aktif lagi, diperhitungkan sampai dengan Desember 2016. Semua rencana terwujud dan kemudian mempunyai output berupa buku yang dihasilkan dari pemikiran ini.” (gt)

Reporter : Afnurul, Tias

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *