Simalakama Tenaga Kerja Asing di Indonesia

FEB Undip (25/3) – Kelompok Studi Masalah Ekonomi dan Sosial (KESMES) FEB Undip mengadakan acara “Bincang Seru” yang bertempat di gedung PKM lantai 2. Mengusung tema ”Simalakama Datangnya Tenaga Kerja Asing di Indonesia”, acara tersebut mengundang beberapa UKM-F FEB UNDIP yakni, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI), Kelompok Mahasiswa Wirausaha (KMW), dan Economic Finance Study Club (ECOFINSC). Bincang seru kali ini dimoderatori oleh Hendry Nurfian Adi Luhung yang merupakan mawapres 1 Fakultas Hukum Undip.

Sebagai kelompok studi yang bergerak di bidang akademik, beberapa UKM-F mengemukakan pendapat mereka mengenai datangnya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Dari KESMES berpendapat bahwa masalah serbuan TKA ini sebenarnya adalah isu lama. Legalitas TKA-pun jadi makin rumit semenjak adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga banyak TKA illegal yang masuk ke Indonesia sedangkan Indonesia sendiri masih memiliki banyak pengangguran. Di sisi lain, KSPM berpendapat bahwa saat ini Indonesia sedang gencar dalam pemerataan ekonomi karena itu membutuhkan investasi. Kedatangan TKA saat ini merupakan hasil dari investasi luar negeri, namun sangat disayangkan di saat yang sama banyak juga WNI yang masih menganggur.

KSEI berpendapat bahwa serbuan TKA ke Indonesia dari sisi Islam akan merenggut hak kemerdekaan manusia yang dimiliki tenaga kerja lokal yang kehilangan lapangan kerja karena direnggut oleh TKA. Kemudian KMW berpendapat datangnya TKA juga akan menyebabkan tenaga keja dalam negeri susah naik jabatan dan diharapkan mereka bisa beralih menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja baru. Terakhir, ECOFINSC berpendapat Adanya TKA ini memberi banyak keuntungan dan kerugian. Contohnya TKA masih sangat dibutuhkan untuk pengoperasian beberapa pabrik seperti di freeport. Tetapi, sisinya buruknya bisa saja terjadi banyak PHK kepada tenaga kerja lokal karena selama ini mereka dinilai suka berbelit-belit dan tidak ulet dalam bekerja.

Diskusi berlangsung kondusif dan antar UKM-F saling memberikan pendapat dan juga sanggahannya. Di akhir acara, keluarlah nama Nanang Febriadi dari KSPM sebagai best speaker dalam bincang seru ini. Acara ditutup  pukul 11.45 WIB dengan penyerahan plakat kepada moderator dan para perwakilan UKM-F dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

 

Sumber : Press Release KESMES

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *