Sosialisasi Pilkada Serentak 2015 : Jangan Gadaikan Semarang, Tolak Politik Uang

Semarang (6/12) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengadakan Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di area Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Sosialisasi bertujuan untuk mengimbau warga Semarang agar turut berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang diadakan pada 9 Desember mendatang. Visi dan misi calon walikota dan wakil walikota Semarang pun dijabarkan dalam sosialisasi ini. Sosialisasi kali ini adalah yang keduabelas kalinya sejak bulan Oktober 2015 sekaligus sebagai yang terakhir dalam kegiatan Car Free Day.

Pilkada erat kaitannya dengan politik uang. Henry Wahyono, Ketua KPU Kota Semarang, mengatakan bahwa sosialisasi ini juga untuk mengimbau warga agar tidak terjerumus ke dalam politik uang. “Sosialisasi ini juga untuk menghimbau warga agar tidak mengikuti money politic karena hal itu sama saja merendahkan harga diri kita,” tuturnya. Ia memberi contoh pada saat politik uang terjadi, warga hanya diberi uang tidak sampai Rp200.000. Sedangkan APBD Kota Semarang sebesar 4,4 Triliun Rupiah. “Betapa murahnya harga diri kita jika menerima money politic,” imbuhnya.

Abdul Kholiq, salah satu anggota KPU Kota Semarang, menambahkan bahwa KPU Kota Semarang telah mengadakan banyak acara sosialisasi semacam ini. Bukan hanya di CFD, tetapi juga di sekolah-sekolah menengah. KPU Kota Semarang juga telah menggandeng Forum Komunikasi OSIS (FKO) Kota Semarang guna melancarkan sosialisasi tersebut. Abdul menambahkan bahwa KPU akan mengadakan kirab untuk memeriahkan Pilkada Serentak 2015. “Lalu hari ini hingga lusa (Selasa -red) akan ada kirab di masing-masing Kecamatan Kota Semarang,” jelas Abdul.

Acara yang berlangsung sejak pukul 06.15 hingga 08.30 ini dimeriahkan oleh penampilan penyanyi lokal yang membawakan lagu-lagu milik Iwan Fals. Sosialisasi ini mendapat respons positif dari warga yang datang. Muhammad Rudi Fajrin, mengatakan bahwa sosialisasi ini bisa menyadarkan warga agar tidak terpengaruh politik uang. “Acara sosialisasi ini sangat bagus sekali. Menasehati kita supaya tidak terpengaruh oleh politik-politik yang curang-curang, seperti politik uang,” ujar mahasiswa asal Lombok ini. Namun, Rudi dan mahasiswa lain yang berasal dari luar kota Semarang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Karena menurut Ketua KPU Kota Semarang, Pilkada di Kota Semarang hanya diperuntukkan kepada penduduk asli Semarang.

Di akhir acara, terdapat hiburan dari Pegiat Seni Muda Semarang yang menampilkan aksi teatrikal dengan membagikan stiker dan bunga, serta membawa spanduk. Informasi lebih lanjut tentang pilkada serentak 2015 bisa dilihat pada official website KPU Semarang di http://www.kpu-semarangkota.go.id atau melalui fanpage facebook di https://www.facebook.com/kpukotasemarang. Gunakan hak pilih Anda, karena satu suara menentukan nasib Kota Semarang 5 tahun ke depan.(nw)

Reporter: Satria, Niki

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *