Sosialisasi Surat Berharga Negara

(kiri-kanan) Suminto, Nuruddin, Agus, Hadi - dok. edents -
(kiri-kanan) Suminto, Nuruddin, Agus, Hadi – dok. edents –

FEB Undip (3/4) – Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan RI bekerjasama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) menyelenggarakan Sosialisasi Surat Berharga Negara (SBN) pada Kamis (3/4). Acara ini digelar dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai Surat Berharga Negara sekaligus menghimpun masukan, saran, dan pendapatan dari kalangan akademisi. Bertempat di Hall Gedung C FEB Undip, acara ini dibuka dengan keynote speech dari Restianti (Kepala Subdirektorat Analisis Pasar Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah Negara). “Acara ini untuk memberitahukan mekanisme Surat Berharga Negara (SBN), dimana SBN ini mempunyai peran penting dalam perekonomian negara,” ujar Restianti.

Selain Restianti, hadir pula sebagai pembicara yakni Suminto (Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pengelolaan Utang), Agus Prasetyo Laksono (Kepala Seksi Pelaksanaan Transaksi) dan K.M Nuruddin (Kepala Seksi Analisis Pasar Surat Utang Negara). Bertindak sebagai moderator ialah ketua jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB Undip, Hadi Sasana.

Pada sesinya, Suminto menjelaskan mengenai strategi dan pembiayaan di tahun 2014.  Ia mengatakan bahwa posisi utang Indonesia tahun lalu (2013 –red) sebesar 25.2%. “Ini ditaksir masih aman dan lebih kecil dibanding negara–negara lain seperti Brazil, Amerika, dan Jepang yang berturut-turut sebesar 68.3%, 106%, dan 243.5%,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa SBN dibagi menjadi dua kelompok yaitu SUN dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SUN diterbitkan untuk membiayai defisit APBN, menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran negara dalam satu tahun anggaran, serta untuk mengelola portofolio utang negara. Sebab, selain sebagai instrumen fiskal, investasi, moneter, SUN berperan mendorong terciptanya acuan imbal hasil bagi penilaian harga instrumen keuangan lainya.

Terkait dengan SUN dijelaskan lebih lanjut oleh Nuruddin. Ia menyampaikan bahwa SUN berguna untuk memperluas basis investor dalam negeri, menyediakan alternatif  instrumen investasi bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya stabilitas pasar keuangan domestik, cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan, dan masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang. Sedangkan Agus menjelaskan mengenai Sukuk Negara. “Semoga dengan acara ini mindset mahasiswa dapat berubah, karena selama ini yang tertanam dibenak mereka adalah utang itu tidak baik,” harap Mohamad Nasir, Dekan FEB Undip saat membuka acara. (nq)

Reporter: Akbar Sih Pambudi

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *