Srikandi, Talkshow Dakwah yang Memotivasi

Undip (20/3) – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) menyelenggarakan Talkshow Srikandi di gedung Prof. Soedarto. Srikandi merupakan rangkaian acara Temilnas yang didadakan oleh FoSSEI setiap tahunnya dengan peserta para mahasiswi muslimah. Selain bertujuan sebagai forum silaturahmi bagi akhwat (perempuan) di seluruh Indonesia ketika para ikhwan (laki-laki) sedang Sholat Jumat, Srikandi juga menjadi talkshow dakwah yang memotivasi para muslimah.

Mengambil tema Peran Muslimah Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif, Srikandi mempunyai program untuk mendorong dan memberdayakan muslimah dalam pengembangan ekonomi kreatif. Diharapkan talkshow yang menghadirkan Titiek Kancaniati selaku perintis kampung wisata bisnis Tegalwaru, serta Meyda Sefira selaku artis dan penulis buku, dapat memberikan motivasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Talkshow dimulai pukul 10.00 WIB dengan pengenalan tentang Srikandi dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara. Meyda memaparkan materi mengenai cara sukses dalam menghadapi pengembangan ekonomi kreatif dengan menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu adalah gudang, sedangkan pertanyaan adalah kuncinya. Melalui pertanyaan, akan muncul rasa penasaran yang akan membuat kita berpikir serta mendapatkan jawaban guna mendukung pengabdian. Sementara itu, Titiek menjelaskan tentang muslimah kreatif menurut agama. Titiek mengatakan agar dapat sukses, seorang wanita harus menjadi “Super Kreatif” yang berarti solihah, sukses, pintar, energik , dan kreatif.

Neily Rahma selaku ketua panitia menilai Talkshow Srikandi berjalan sukses.  “Alhamdulillah sukses, tapi pasti masih ada kekurangan dan kesalahannya seperti waktu yang molor. Lalu, gak nyangka juga para peserta seantusias itu sampai pada berdesakan ketika sesi  foto bareng pembicara,” ujar Rahma. Pemilihan pembicara merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh Rahma.

Menurut Fitri, peserta dari Bali, talkshow ini menarik dan memotivasi. “Talkshownya bagus banget jadi bisa termotivasilah dari pakaian yang syar’i dan mengetahui cara untuk bisa memacu diri sendiri lebih kreatif lagi,” tutur Fitri. Sebuah harapan dilontarkan oleh Najima, peserta dari Malang, “Kedepannya itu, semoga dihadirkan pemateri yang lebih bagus lagi seperti  tokoh wanita nasional yang mungkin bisa lebih banyak inspirasi dalam ekonomi sehingga dapat menjadi panutan ekonomi.” (gt)

Reporter : Afnurul, Dian P.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *