Sudut Pandang Konsumerisme Versi Buku “Ekonomi Cukup”

FEB Undip  (29/5) – Buku berjudul “Ekonomi Cukup” karya Radhar Panca Dahana dibedah di Hall Dekanat FEB Lantai 4 pada Jumat lalu. Buku yang berisi kritikan terhadap budaya Kapitalisme di masyarakat Indonesia ini dibedah untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai ekonomi melalui perspektif lain.

Acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB dengan dibuka oleh sambutan Hadi Sasana selaku Kajur IESP. Berikutnya merupakan inti acara bedah buku yang di moderatori oleh Sasongko Tedjo dengan pemaparan dan ulasan buku “Ekonomi Cukup” berdasarkan perspektif ilmu ekonomi oleh Nugroho, sedangkan pemaparan berdasarkan sudut pandang ekologi dipaparkan oleh Budi Widianarko, serta diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pernyataan penutup dari Radhar Panca Dahana yang memaparkan latar belakang penulisan buku “Ekonomi Cukup”.

Buku berjudul “Ekonomi Cukup” terdiri dari empat bab, yang membahas kapitalisme kolonialistik, perang versus korupsi, Indonesia dalam paradoks global, dan ekonomi cukup hidup yang dicukupi dan mencukupi. Menurut Sasongko Tedjo, ekonomi dan budaya saling bertautan, misalnya budaya hedonis yang membuat masyarakat menjadi konsumtif dan pusat kebudayaan dimasa modern ini bukan di kampus atau masjid tetapi mall. Sedangkan menurut Nogroho mengutarakan koreksinya pada urutan bab yang ada dalam buku tersebut, menurutnya alur isi buku pertama-tama menelusuri akar budaya kapitalisme, kemudian dampak buruknya, dan ditutup dengan menawarkan alternatif sistem ekonomi, mestinya bab 2 dengan bab 3 bertukar tempat. Budi Widianarko menjelaskan bahwa perhitungan footprint tingkat konsumsi oleh manusia sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Upaya memerangi kerakusan konsumerisme sudah dilakukan melalui gerakan green consumerism. Ironisnya, dalam sejumlah kesempatan kapitalisme dapat menunggangi lawannya, sama halnya sosialisme, beliau yakin perlawanan ekologis terhadap konsumerisme akan terus berlangsung. Namun yang pasti, sampai saat ini kemenangan konsumerisme masih tidak terelakan.

Pada sesi tanya jawab mahasiswa mempertanyakan pengimplementasian sistem Ekonomi Cukup, target sasaran ekonomi cukup, dan kriteria cukup yang dimaksud dalam buku tersebut. Menurut salah satu peserta bedah buku “Ekonomi Cukup” Mustika Dyah (IESP 2012) mengatakan, “Bagus, menarik, terlihat jelas bahwa penulisnya pengkritik keras kapitalis, seperti yang kita tahu kapitalisme di Indonesia sudah merajalela, investasi besar-besaran yang sudah dimulai pada zaman pak Soeharto membuka investasi asing”.

Reporter: Anis Inayah

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *