Sukses Laksanakan E-day, LPM Edents Adakan Bakti Sosial

Semarang (31/5) – LPM Edents kunjungi Panti Asuhan Darun Najah di Kecamatan Mangunharjo dan Yayasan Al Mi’raj di Mulawarman Raya dalam acara Bakti Sosial pada Minggu (31/5) lalu. Kunjungan ini terlaksana sebagai perwujudan rasa syukur LPM Edents yang telah memasuki usia ke-39 berkecimpung dalam dunia pers mahasiswa. Juga sebagai ucapan syukur LPM Edents karena telah diberi kelancaran dalam pelaksanaan Edents Day awal Mei lalu.

LPM Edents tiba di Panti Asuhan Darun Najah pukul 10.00 WIB. Dipandu oleh Ari Nugroho, acara dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan doa, disusul sambutan oleh Rio Putri selaku Pemimpin Umum LPM Edents. Acara dilanjutkan dengan berbagai games yang ditujukan untuk mengakrabkan Edentser dan anak-anak panti. Peserta dibagi menjadi tujuh kelompok yang terdiri dari gabungan antara Edentser dan anak-anak panti. Kemudian, setiap kelompok dituntut untuk membuat yel-yel kelompok dan menyanyikannya di hadapan peserta lain. Terakhir, Lomba Cerdas-Cermat (LCC) antar kelompok yang terdiri atas dua babak, yaitu penyisihan untuk memperoleh tiga besar dan final. Materi yang diujikan pada babak penyisihan terdiri atas Nasionalisme, Agama, dan Pengetahuan Umum. Terdapat empat tim yang memiliki poin yang sama pada babak ini sehingga diberlakukan babak tambahan untuk memperoleh tiga tim terbaik. Kemudian babak final dengan sepuluh pertanyaan yang terdiri atas sembilan soal Matematika dan satu soal Pengetahuan Umum. Meskipun Edentser dirasa cukup dominan pada games ini, tetapi hal tersebut tidak membuat semangat para anak panti surut sehingga acara tetap berjalan kondusif dan menyenangkan. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang games, sholat berjamaah, dan makan siang bersama.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Edentser melanjutkan Bakti sosial ke Yayasan Al Mi’raj. Edentser mendapat sambutan baik dari pengurus panti dan anak-anak yang ada. Anak-anak di yayasan ini rata-rata memiliki usia 13 tahun ke atas, hanya sedikit yang berusia 5 tahun kebawah. Panti asuhan ini membesarkan anak-anaknya secara mandiri dengan mengandalkan hasil usaha pemilik panti dan donatur tidak tetap. Anak didik di panti ini tidak boleh diadopsi, mereka yang telah dididik hingga lulus SMA maupun perguruan tinggi dituntut untuk ikut bekerja dan membantu adik-adik panti untuk membeli keperluan sehari-hari, seperti membayar iuran sekolah dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Antusiasme para penghuni di kedua panti terlihat tinggi. Lambaian tangan anak-anak panti ketika Edentser beranjak pulang menggambarkan kesenangan terhadap acara yang diselenggarakan. “Semoga terjalin hubungan antara adik-adik panti dengan kakak-kakaknya, ngga di hari ini aja tetapi lain kali bisa kesini lagi,” harap Shelby, salah satu Edentser yang mengikuti bakti sosial ini. (gt)

Reporter : Novi Pusparini

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *