Talkshow BEM FPIK Undip: Solusi Kolaboratif Kebijakan Cantrang dan Impor Garam

Undip (3/3) – Problematika aturan mengenai cantrang dan impor garam yang tengah dilakukan pemerintah diangkat oleh BEM FPIK Undip dalam sebuah talkshow bertema  “Kebijakan Poros Maritim Pemerintah Terhadap Kemajuan Jawa Tengah” yang digelar di Auditorium FPIK. Teddy Prayoga selaku ketua panitia mengatakan bahwa pihaknya ingin ada kolaborasi dari beberapa narasumber yang hadir untuk menghasilkan solusi permasalahan dari kebijakan cantrang dan impor garam.

Pembicara pertama, yakni Sudirman Said, mengatakan bahwa problem cantrang sudah menjadi subpolitik yang rumit dan berdampak bagi nelayan. “Para nelayan merasa ketakutan untuk melaut di negeri sendiri. Mereka berharap akan adanya solusi permanen bagi masalah ini, yang dilandasi oleh hukum yang kuat agar nelayan dapat melaut dengan tenang,” terangnya. Soal impor garam, mantan Menteri ESDM ini menyampaikan bahwa anggapan impor yang murah, berarti membunuh kapasitas nasional.

Herry Boesono, salah satu Akademisi FPIK Undip sekaligus narasumber, menjelaskan perlu adanya healty and wealthy ecosystem, yaitu adanya kebijakan yang sehat dan menyejahterakan nelayan. Sementara menurut narasumber dari Akademisi FPIK lainnya yaitu Suradi Wijaya Saputra, cantrang dapat merusak ekosistem laut sebagai alat penangkap ikan karena cantrang dapat menjaring ikan-ikan yang masih kecil.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan berita acara yang antara lain berisi: mahasiswa diharapkan dapat terjun langsung untuk melakukan uji petik pengoperasian cantrang untuk kesejahteraan bersama, stakeholders juga harus ikut bekerja sama dengan standarisasi internasional FHO; perlu adanya pengelolaan manajemen sumber daya perairan serta harus ada penyelarasan alat tangkap yang seimbang dengan ekosistemnya sehingga uji petik pengoperasian alat tangkap harus sesuai dengan kriteria yang mengacu pada FHO; himbauan masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem laut;  penggunaan alat tangkap cantrang harus ada penyesuain dalam kegiatan penangkapan ikan dan memenuhi aturan bidang perikanan secara bertanggung jawab (cara pengoperasiannya dengan uji petik yang alamiah dengan alat ukur yang bagus).

Pandu Saputra, salah satu peserta dalam acara ini, berharap agar ke depannya talkshow seperti ini dapat diadakan guna meningkatkan peran aktif mahasiswa. “Apalagi mengangkat isu-isu yang ada di dalam negeri ini, supaya kita sebagai mahasiswa ikut berperan aktif dengan isu-isu yang ada di dalam negeri ini,” tuturnya.

Reporter: Wiwin, Pras.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *