Tarik Ulur Tembakau di Indonesia

Bak seperti sebuah jamur di batang Pohon, rokok kini sudah menjamur di Indonesia. Tak hanya kalangan dewasa saja yang mengkonsumsi tapi juga sampai remaja. Hingga saat ini tercatat konsumsi rokok di Indonesia masih tinggi sedunia yaitu sebesar 46,16% (sumber the tobacco Atlas 3rd edition, 2009) bahkan rokok menduduki peringkat kedua konsumsi tertinggi masyarakat miskin di Indonesia dan rumah tangga miskin lebih memilih belanja rokok dari pada belanja makanan bergizi. Bagi orang yang sering mengkonsumsi, rokok seperti makanan pokok baginya. Tiada hari tanpa merokok, hal ini lah yang menjadikan bahwa rokok di Indonesia mempunyai pengaruh yang sangat penting.

Rokok sendiri merupakan salah satu produk tembakau untuk dibakar kemudian dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman dengan nama lain nicotiana tabacum ini. Jika berbicara tentang rokok tentunya tak pernah habis membahas pro dan kontra adanya rokok di Indonesia. Tak sedikit banyak kalangan masyarakat yang melarang merokok, seperti MUI yang dulu pernah mengeluarkan fatwa haram merokok. Mengkonsumsi produk tembakau pada satu sisi adalah hak pribadi masing-masing warga negara. Namun di sisi lain, ada ruang publik yang mesti dihormati. Hak masyarakat untuk menghirup udara segar bebas dari asap rokok, harus mendapat perhatian. Ketika penggunaan produk tembakau telah mengganggu ketertiban dan meresahkan orang lain, maka saat itu hak seseorang akan udara bersih yang sehat mulai terabaikan.

Rokok Membunuhmu

Slogan “rokok membunuhmu!” sering kita dengar atau baca di berbagai media bahkan di setiap kemasan rokok juga terdapat slogan tersebut. Dalam penjelasan di bidang kedokteran, rokok sendiri mengandung kecanduan. Dimana bahan bakunya adalah tembakau, produk tembakau yang dimaksud mengandung zat adiktif dan bahan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika mengkonsumsi produk tembakau terlalu sering, hal tersebut akan menyebabkan beberapa penyakit seperti serangan jantung, kanker, keguguran, dan lain-lain. Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. lebih dari 4000 bahan kimia yang terdapat di dalamnya dimana ratusan diantara zat tersebut merupakan zat beracun. Contohnya zat nikotin, ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga dapat mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang bisa memicu jantung. Risiko penyakit jantung lebih tinggi jika perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.

Selain menyebabkan penyakit pada perokok aktif, produk tembakau ini juga menyebabkan penyakit bagi perokok pasif. Yaitu orang-orang yang turut menghirup asap rokok ketika ada orang yang merokok disampingnya. Adapun beberapa dampak bahaya bagi perokok pasif yang dikutip situs online halosehat.com antara lain memiliki tingkat resiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), penyakit telinga, asma, penyakit pernapasan, kanker paru-paru, dan penyakit jantung koroner. Seseroang yang sedang merokok di dalam ruangan menyebabkan ruang tersebut penuh dengan asap tembakau yang cenderung menggantung di udara ruangan dan tidak hilang sehingga hal tersebut menimbulkan orang di sekitarnya harus mau tidak mau harus menghirup udara yang mengandung asap rokok.

Dari berbagai macam yang dapat disebabkan oleh rokok itupun membuat rokok sendiri berbahaya bagi kesehatan dan hal itulah yang seharusnya dihindari. Selain itu, dari sebagian pecandu rokok adalah orang miskin. Dimana dari pendapatan mereka disisihkan hanya untuk mengkonsumsi rokok yang jelas-jelas membunuh mereka. Dalam beberapa kasus, seperti contohnya penderita bayi gizi buruk yang dimana orangtuanya merupakan keluarga yang kurang  mampu sehingga untuk membeli susu dan makanan sang bayi pun tidak sanggup. Namun hal yang aneh disini adalah orangtua bayi tersebut, jika untuk memenuhi rokok sang ayah uang 2 bungkus perhari mereka mampu. Padahal harga untuk satu bungkus bisa mencapai 22 ribu rupiah. Apabila dikalikan dua bisa dilihat uang yang dikeluarkan akan sama dengan harga satu bungkus susu bayi. Inilah yang menjadikan banyak kasus permasalahan sosial yang disebabkan oleh rokok tersebut.

Belum lagi permasalahan kenakalan remaja yang juga disebabkan oleh rokok. Dimana banyak juga pecandu rokok yang diantaranya adalah remaja sekolah SMP hingga SMA. Mahalnya harga rokok tersebut menimbulkan remaja dapat saja mencuri uang demi membeli rokok karena uang jajannya yang tidak cukup untuk membeli rokok. Selain itu juga beberapa remaja melanggar peraturan sekolah karena merokok di lingkungan sekolah. Masih banyak lagi permasalahan-permasalahan dan tentunya juga menyebabkan kerusakan terhadap generasi muda bagi negara tersebut. Maka dari itu banyak sekali kalangan masyarakat aktivis yang mengecam larangan merokok karena banyak menimbulkan berbagai masalah.

Rokok Penyelamat APBN ?

Jika saja rokok dapat menimbulkan penyakit dan menyebabkan kematian, namun tidak dengan pendapatan negara. Data yang menyebutkan salah satu kelompok penyumbang APBN terbesar di tahun 2012 adalah rokok. Selain itu, industri rokok juga menjadi sumber penghidupan bagi 6,1 juta orang yang bekerja di industri rokok secara langsung dan tidak langsung, termasuk 1,8 juta petani tembakau dan cengkeh. Penerimaan negara dari sektor bea dan cukai tahun 2013 lalu tercatat mencapai 108,45 triliun rupiah. Melalui catatan tersebutlah menjadikan pemerintah berpikir ulang untuk menetapkan larangan merokok. Peranan industri rokok dalam perekonomian Indonesia saat ini terlihat semakin besar, salin sebagai motor penggerak ekonomi juga menyerap banyak tenaga kerja. Hal itulah yang menyebabkan untuk mengendalikan konsumsi rokok memang memerlukan biaya yang sangat besar.

Saat ini Indonesia tengah berkutat menggodok Rancangan Undang-Undang Tembakau yang disinyalir sebagai produk titipan produsen rokok. Dalam hal ini, aturan larangan rokok pun juga ditentang oleh petani tembakau karena dinilai hal tersebut akan mengakibatkan kerugian bagi petani dan mengakibatkan pengangguran bertambah. Kemudian banyak juga industri rokok yang juga membantu pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan mendirikan beasiswa maupun sponsor untuk perguruan tinggi, kemudian dalam bidang olahraga juga memberikan sponsor fasilitas.

Itulah yang menyebabkan pemerintah kadang dilema dalam pengaturan rokok di Indonesia. Adanya tarik ulur kepentingan antara memilih kesehatan ataupun pendapatan negara. Dalam hal ini pemerintah Indonesia tidak punya banyak ruang bermain. Sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam pendapatan dan merupakan penyedia lapangan kerja yang banyak membuat pemerintah Indonesia masih setengah hati dalam kiprah memerangi kebiasaan merokok. Dalam situs dw.com menyebutkan RUU Tembakau dikritik lantaran menganulir beberapa pasal yang mengatur pembatasan konsumsi rokok. Selain itu pula pengendalian aturan tentang rokok masih sangat lemah di Indonesia.

Tawaran Solusi ?

Dari berbagai dilema kepentingan yang telah dipaparkan sebelumnya tentang pro dan kontra tembakau di Indonesia. Solusi yang ditawarkan dimana seorang peneliti Lembaga Demografi FEUI, Abdillah Hasan berpendapat bahwa terdapat instrumen untuk menurunkan konsumsi rokok di Indonesia. Antara lain peningkatan harga rokok melalui peningkatan cukai, pelarangan iklan rokok secara menyeluruh, peningkatan kesehatan bergambar di bungkus rokok dan kawasan tanpa rokok.

Dalam berbagai media menyebutkan bahwa cukai di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengatakan bahwa tarif cukai dan harga rokok di Indonesia termasuk paling rendah sedunia. Akibat rendahnya tarif cukai rokok ini membuat harga rokok terjangkau bagi masyarakat miskin. Cukai yang rendah tersebut kemudian berdampak pada pendapatan penerimaan negara yang dimana selama ini tidak dapat menutupi biaya kesehatan yang timbul akibat penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok. Beberapa sumber menyebutkan bahwa penanganan masalah yang berhubungan dengan rokok yang besarnya lebih dari tujuh kali lipatnya. Jika pemerintah dapat menaikkan tarif cukai, hal itu mampu meredam konsumsi rokok karena menyebabkan harga rokok mahal. Kemudian kas negara juga akan semakin bertambah dan pemerintah dapat mengalokasikannya pembangunan dalam industri selain rokok.

Menaikkan harga rokok memang bukan perkara mudah di Indonesia, kenaikan cukai rokok akan menambah jumlah pengangguran petani tembakau dan pedagang rokok selain itu juga membuat produsen rokok ilegal menjamur. Dalam beberapa waktu, menaikkan tarif cukai rokok (CHT) sudah dicanangkan pada tahun 2017. Namun kenaikan itu juga menimbulkan timbul masalah bagi petani tembakau.

Kebijakan tentang aturan rokok perlu dikaji ulang, dalam hal ini sebelum melakukan perbaikan konsumsi rokok Indonesia adakalanya untuk memperbaiki diri sendiri bahwa perlu adanya sosialisasi tentang pentingnya kesehatan diri sendiri untuk masa depan dan kontrol diri. Sebagian besar pengkonsumsi rokok diakibatkan bermula karena mereka yang mengalami tingkat stress yang terlalu tinggi kemudian mencoba melampiaskannya dengan rokok dan akhirnya menjadi kecanduan. Selain kesadaran diri terhadap kesehatan, adapun penanganannya yang biasa dipermasalahkan adalah bagian lapangan kerja di sektor rokok yang besar. Dalam hal ini pemerintah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia yang masih rendah, jika UMKM berkembang pesat maka hal tersebut juga akan menambah lapangan kerja juga. Sehingga pekerja di Industri rokok dapat dialihkan dalam sektor lain yang masih dibutuhkan lapangan kerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa penanganan konsumsi rokok di Indonesia memang tidak mudah. Banyak pro kontra yang terjadi, sehingga menimbulkan dilema bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan atas konsumsi rokok itu sendiri. Antara perlindungan konsumen atau perlindungan produsen. Namun dibalik dari permasalah tersebut, salah satu penanganan yang paling utama adalah peningkatan kesadaran dari diri sendiri untuk membangun demi masa depannya maupun negara tersebut.

foto edents_170519_0005

Henty Eka Palupy

Mahasiswa S-1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan 2014, Universitas Diponegoro

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *