Teater di Tengah Belantara Beton

Terletak di pusat kota Bandung, Taman Film hadir sebagai tempat serbaguna baru di tengah menjulangnya gedung–gedung tinggi dan tempat hiburan di kota kembang. Memanfaatkan lahan tidak terpakai di bawah jalan layang pasoepati, Taman Film bersama Taman Skate dan Taman “Jomblo” dibangun untuk memenuhi ruang terbuka hijau dan tempat bersantai untuk masyarakat kota priangan ini menghabiskan waktu luang.

Taman Film terletak di tengah kota sehingga tidak sulit untuk menjangkaunya dan dapat ditempuh menggunakan angkutan umum. Para wisatawan tidak dipungut biaya apapun untuk dapat menikmati Taman Film. Mereka hanya dikenakan biaya parker kendaraan dibawanya. Taman Film ini dibuat oleh walikota baru kota Bandung, Ridwan Kamil sebagai usaha untuk mempercantik kota dengan taman–taman tematik setelah sebelumnya sukses dengan Taman Jomblo dan Taman Fotografi.

Menggunakan lahan yang sebelumnya tidak terpakai merupakan kecerdikan dari Ridwan Kamil yang dulunya merupakan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di taman tersebut disediakan satu layar besar untuk menampilkan film atau tontonan. Selain itu hamparan rumput sintetis berwarna hijau pun dipasang di depan layar raksasa dengan tambahan kursi berupa tribun yang dibuat berbukit untuk pengunjung guna menikmati kenyamanan saat menonton film. Kelengkapan lain dari taman tersebut adalah banyaknya tempat sampah yang disediakan untuk tetap menjaga kebersihan dari taman tersebut.

Taman Film selain memutar film–film yang cocok dengan segala usia juga kerap digunakan untuk acara nonton bareng tim kebanggaan rakyat Jawa Barat yaitu Persib Bandung. Seperti saat partai Final kompetisi sepakbola Indonesia, Taman Film tidak mau ketinggalan ambil bagian untuk menjadi tempat warga bandung bersama–sama menjadi saksi melihat tim kebanggaan mereka angkat trofi. Taman Film dipilih warga Bandung bukan saja karena berlokasi dekat dari pusat kota Bandung dan aksesnya yang mudah tetapi juga karena murah meriah. Warga bandung hanya perlu menjaga kebersihan dan ketertiban dari taman tersebut.

Di hari dimana tidak ada jadwal pemutaran film, taman ini tetap ramai oleh para pengunjung, entah itu hanya untuk berkunjung atau untuk bersantai. Pengunjungnya pun beragam mulai dari anak kecil yang asyik bermain dengan teman sebayanya, mojang dan jajaka bersenda gurau ataupun orang tua dengan para keluarganya. Mereka semua berkumpul bersama untuk sekedar menghabiskan waktu. Tempat ini dipilih selain tempatnya yang teduh karena terlindungi oleh jalan layang diatasnya, juga semilir angin yang ditiupkan oleh pohon–pohon yang ditanam di sekitaran taman tersebut membuat para pengunjung betah.

Kegunaan lain dari taman ini adalah untuk tempat edukasi anak–anak di sekitaran lokasi taman tersebut. Banyak para relawan yang mengajarkan materi – materi secara sukarela. Selepas anak – anak tersebut pulang sekolah mereka mendatangi Taman Film guna mendapatkan pelajaran tambahan mulai dari mengulang materi di sekolah hingga materi di luar sekolah. Tak dipungkiri para orangtua di sekitaran lokasi pun secara tidak langsung terbantu dengan kehadiran taman tersebut karena anak-anak mereka bisa menyalurkan waktu luang mereka sepulang sekolah dengan bermanfaat.

Kurangnya lahan parkir dan pengelolaan yang hanya dijalankan oleh pihak non-instansi yang berwenang merupakan kelemahan Taman Film. Selain itu kurangnya penunjuk jalan menuju taman tersebut cukup membuat orang yang pertama kali mengunjungi Bandung kebingungan. Namun kerja keras Walikota Bandung beserta jajaranya mempercantik kota Bandung patut diacungi jempol. Keseriusan mereka dalam membuat tempat-tempat yang asalnya tidak berguna menjadi tempat yang nyaman untuk seluruh warga kota Bandung dan para pelancong. Inovasi ini pun patut dicontoh oleh para walikota lainya di nusantara. Yang paling penting adalah bagaimana Pemerintah dibantu warga kota Bandung merawat dan menjaga taman tersebut agar tetap cantik seperti slogannya, mojang dari tanah pasundan.

oleh : Adhevyo Reza (Magang Edents 2014)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *