Terkait Aksi 121, Ini Pernyataan Sikap BEM FEB Undip

20170112_151322[1]
Bagus Tito Wibisono, Koordinator BEM SI saat diwawancarai sebelum menemui Kepala Staf Ahli Kepresidenan di Istana (doc. Edents)

Jakarta (13/1) – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa di 19 kota di Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Di Semarang, aksi bela rakyat 121 dikoordinatori oleh Jadug Trimulyo yang juga merupakan Presiden BEM Undip. Aksi yang sempat diwarnai kericuhan ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Semarang seperti Undip, Unnes, Unissula, dan Polines.

Berbeda dengan sikap BEM Undip yang terang-terangan mendukung aksi 121, pandangan berbeda justru datang dari BEM FEB Undip. Saat dikonfirmasi, hal ini dibenarkan oleh M. Yusuf Alfatha selaku Presiden BEM FEB. “Kami telah membahas bersama fungsionaris BEM FEB bagaimana langkah menuju Aksi 121 bertajuk reformasi jilid 2 kemudian kami memutuskan untuk tidak sepakat terhadap hasil kajian yang dikeluarkan BEM SI karena poin tuntutan yang dikeluarkan BEM SI memiliki urgensi yang lemah,” ungkap Alfa.

Sikap ini, lanjut Alfa, muncul karena BEM FEB memiliki hak untuk memosisikan diri mengenai aksi yang diserukan oleh BEM SI. Meskipun tak sepaham dengan BEM Undip dan BEM SI, tetapi pihak BEM FEB tetap mengapresiasi langkah  mahasiswa di berbagai daerah yang masih memikirkan kepentingan rakyat Indonesia.

Alfa menambahkan bahwa tidak semua kebijakan pemerintah saat ini yang bertentangan dengan kepentingan rakyat kecil. “Kami dari BEM FEB mengeluarkan kajian tersendiri mengenai tuntutan BEM SI karena kami dari bidang ekonomi yakin bahwa kajian kami dapat dipertanggungjawabkan. Kami berpendapat bahwa tidak semua kebijakan pemerintah saat ini anti rakyat. Dapat dibaca pada rilis kajian BEM FEB Undip, sehingga beberapa poin kami tidak sepakat,” jelas Mahasiswa Jurusan Manajemen ini.

Hal lain yang membuat pihak BEM FEB tidak sepakat dengan aksi 121 adalah tidak adanya rilis kajian dan audiensi terlebih dahulu. Menurutnya, aksi baru dilakukan setelah adanya rilis kajian dan audiensi dengan berbagai pihak. “Aksi kali ini sedikit banyak membuat kita tergelitik. Seperti kami singgung tadi seruan lebih dulu daripada rilis kajian dan audiensi, gelombang protes dari mahasiswa sendiri, sampai perselisihan di satu universitas,” tambahnya

Terakhir, Alfa berharap bahwa aksi 121 menjadi momentum mahasiswa untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. “Semoga aksi hari kemarin tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk terus mengobarkan api perjuangan demi kepentingan orang banyak,” tutup Alfa.

Reporter : Samuel Petra Novianto

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *